Tingkatkan Kompetensi Bidan dan Dokter, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Gelar Pelatihan APN
TARAKAN — RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan terus memperkuat kompetensi tenaga kesehatan untuk memastikan pelayanan persalinan berjalan aman, bermutu, dan sesuai standar.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) yang digelar selama 10 hari, mulai 14 hingga 23 September 2026. Kegiatan ini diikuti 15 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter dan 14 bidan.
Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., PCTI.
dr. Ronald mengatakan, pelatihan APN merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung program nasional Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.
“Pelatihan Asuhan Persalinan Normal ini merupakan bagian dari komitmen kami mendukung program nasional Kesehatan Ibu dan Anak. Dengan kompetensi tenaga kesehatan yang semakin baik, kita berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, khususnya di wilayah Kalimantan Utara,” ujar dr. Ronald.
Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan maternal dan neonatal yang berkualitas.
Dalam pelatihan tersebut, lanjutnya, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga praktik yang dirancang untuk memperkuat kemampuan dalam memberikan asuhan persalinan normal.
Materi yang diberikan mencakup pengambilan keputusan klinis, penerapan asuhan sayang ibu dan bayi, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga pencatatan dan dokumentasi pelayanan.
Dikatakan, melalui pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan peserta dalam memberikan asuhan persalinan secara komprehensif.
Dengan demikian, kata Ronald, tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan diharapkan semakin siap memberikan pelayanan yang profesional, aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan ibu serta bayi.
Lebih jauh Ronald mengungkapkan, dalam pelatihan tersebut, untuk memperkuat proses pembelajaran, RSUD dr. H. Jusuf SK menghadirkan fasilitator dari sejumlah institusi. Mereka yakni Rahmi Padillah, S.ST., Bdn., M.Keb dari Universitas Borneo Tarakan, Susanna, A.Md.Keb dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, serta Dr. Nursari Abdul Syukur, S.ST., M.Keb dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur.
Kehadiran para fasilitator tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pelatihan yang mengombinasikan pemahaman teori dengan keterampilan praktik.
Melalui pelatihan APN, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan.
Peningkatan kompetensi tersebut diarahkan untuk mendukung mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, sekaligus memperkuat aspek keselamatan ibu dan bayi.
“Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan rumah sakit terhadap program nasional KIA yang terus digalakkan pemerintah,” pungkasnya.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan diharapkan berkontribusi terhadap terciptanya pelayanan persalinan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kompeten tenaga kesehatan, aman persalinan, selamat ibu dan bayi. (humas_rsud)
“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”




