Apel Pagi RSUD dr. H. Jusuf SK: Persiapan Akreditasi hingga Sosialisasi Penanganan Tumpahan B3

Apel Pagi RSUD dr. H. Jusuf SK: Persiapan Akreditasi hingga Sosialisasi Penanganan Tumpahan B3

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK menggelar apel pagi rutin, Senin, (21/09/2026). Dalam kesempatan ini, Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., menyampaikan sejumlah arahan penting kepada seluruh civitas hospitalia, khususnya terkait persiapan menjelang pelaksanaan survei akreditasi rumah sakit.

Dalam sambutannya, dr. Budy Azis menyampaikan bahwa mempertahankan mutu pelayanan merupakan tantangan yang tidak mudah, mengingat berbagai regulasi terus mengalami perubahan, mulai dari Undang-Undang Kesehatan hingga standar akreditasi yang diperbarui pada rentang tahun 2024-2026.

“Mempertahankan mutu pelayanan itu yang sulit. Banyak peraturan yang berubah, mulai dari Undang-Undang Kesehatan sampai standar akreditasi tahun 2024 dan 2026. Karena itu, kita harus terus menyesuaikan diri dan tidak boleh berhenti belajar,” ujar dr. Budy.

Ia menekankan pentingnya seluruh pegawai untuk senantiasa menjaga indikator keselamatan pasien dalam setiap lini pelayanan, karena tanggung jawab menjaga mutu dan keselamatan pasien bukan hanya tugas satu unit atau bidang tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh civitas hospitalia.

“Menjaga indikator keselamatan pasien itu tanggung jawab ada di semua lini, bukan hanya tugas satu bagian saja. Semua harus terlibat dan peduli,” tegasnya.

dr. Budy turut mengingatkan bahwa rangkaian penilaian akreditasi rumah sakit sudah semakin dekat. Penilaian dokumen secara daring oleh tim surveior dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang, sebelum dilanjutkan dengan penilaian akreditasi secara langsung di lapangan pada 28-29 September 2026.

Selain menyinggung soal persiapan akreditasi, dr. Budy juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan fokus dalam bekerja sebagai bagian dari budaya kerja yang harus terus dijaga. Ia mengajak seluruh pegawai untuk menyimpan telepon genggam terlebih dahulu selama jam pelayanan, agar dapat lebih fokus pada pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing.

“Fokus pada pekerjaan, HP disimpan dulu. Kedisiplinan itu sangat penting, karena akan terlihat langsung dari bagaimana kita melayani pasien setiap harinya,” pesannya.

Selain sambutan Plt Direktur, apel pagi kali ini juga diisi dengan sosialisasi penggunaan Spill Kit yang disampaikan oleh Instalasi Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan K3RS RSUD dr. H. Jusuf SK. Sosialisasi ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh civitas hospitalia dalam menangani potensi tumpahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di lingkungan rumah sakit.

Spill kit merupakan perlengkapan khusus yang digunakan untuk menangani tumpahan bahan berbahaya, baik berupa cairan tubuh, bahan kimia, maupun cairan infeksius lainnya, guna mencegah risiko penularan infeksi maupun kecelakaan kerja di lingkungan rumah sakit. Dalam sosialisasi tersebut, petugas Kesling memaparkan langkah-langkah penanganan tumpahan sesuai prosedur standar, mulai dari identifikasi jenis tumpahan, penggunaan alat pelindung diri (APD), isolasi area tumpahan, hingga proses pembersihan dan pembuangan limbah B3 secara aman.

Melalui sosialisasi ini, seluruh civitas hospitalia diharapkan dapat memahami prosedur penggunaan spill kit secara tepat, sehingga penanganan tumpahan bahan berisiko dapat dilakukan secara cepat, aman, dan sesuai standar keselamatan kerja maupun standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang berlaku di rumah sakit.

Melalui rangkaian apel pagi ini, RSUD dr. H. Jusuf SK berharap seluruh pegawai dapat semakin siap menghadapi penilaian akreditasi mendatang, sekaligus terus menjaga kedisiplinan, kepedulian terhadap keselamatan pasien, dan kesiapsiagaan terhadap potensi risiko kerja, sebagai bagian dari komitmen bersama mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan aman bagi masyarakat Kalimantan Utara.(humas_rsud)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Gelar Pelatihan Sistem Triase IGD, Terapkan Standar Nasional ESI

RSUD dr. H. Jusuf SK Gelar Pelatihan Sistem Triase IGD, Terapkan Standar Nasional ESI

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK menyelenggarakan Pelatihan Sistem Triase Instalasi Gawat Darurat (IGD) bagi tenaga kesehatan, sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kegawatdaruratan medis sekaligus menjamin keselamatan pasien secara berkelanjutan di lingkungan rumah sakit. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., secara daring melalui Zoom Meeting.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan gerbang depan rumah sakit dengan risiko tinggi yang menuntut penanganan cepat dan akurat, sesuai prinsip time saving is life and limb saving. Untuk mengatasi tantangan harian seperti lonjakan pasien (overcrowding) serta variasi tingkat kegawatan, diperlukan penerapan sistem penapisan awal berbasis bukti ilmiah yang terstandar nasional, yakni Emergency Severity Index (ESI). Melalui pelatihan ini, RSUD dr. H. Jusuf SK berkomitmen meningkatkan kompetensi dokter dan perawat IGD, dengan difasilitasi oleh tim pakar dari Rumah Sakit Pusat (RSP) Fatmawati Jakarta.

Pelatihan ini mengacu pada sejumlah landasan hukum, di antaranya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan, Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 4 Tahun 2018, standar akreditasi STARKES AKP 1.1, serta standar internasional JCI ACC 1.

Pelatihan ini diikuti oleh 4 dokter umum dan 21 perawat profesional yang bertugas di IGD RSUD dr. H. Jusuf SK. Secara umum, pelatihan bertujuan agar peserta mampu melaksanakan proses triase IGD sesuai standar nasional secara cepat, tepat, akurat, dan akuntabel, dengan kompetensi khusus mencakup pemahaman konsep dasar dan aspek etik triase, tatalaksana pasien kritis secara sistematis (resusitasi dan prioritas), penataan fasilitas serta alur ruang triase, prosedur skrining penyakit menular dan dekontaminasi, hingga kemampuan melakukan asesmen triase cepat (kurang dari 5 menit) sampai asesmen komprehensif dan penentuan level ESI 1-5.

Peserta juga akan dibekali kemampuan menerapkan dokumentasi rekam medis triase baku, serta manajemen eskalasi triase dalam kondisi bencana massal menggunakan metode SALT (Sort, Assess, Lifesaving Interventions, Treatment/Transport).

Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning, menggabungkan pembelajaran daring dan luring, dengan total beban studi 33 Jam Pembelajaran (JPL). Tahap daring dilaksanakan pada 16-17 September 2026 melalui Zoom Meeting/LMS, dengan fokus penguatan wawasan teori dasar, etika, resusitasi, kriteria ESI, serta penugasan mandiri dan studi kasus.

Tahap selanjutnya, yakni tahap luring, akan dilaksanakan pada 19-20 September 2026, bertempat di Hall B RSUD dr. H. Jusuf SK, dengan fokus penuh pada penugasan praktis, simulasi skill lab, role play, Table Top Exercise (TTX), serta evaluasi komprehensif.

Kurikulum pelatihan terbagi dalam tiga kelompok materi, yaitu Materi Dasar (konsep dasar dan aspek etik triase), Materi Inti (tatalaksana pasien kritis, persiapan ruang triase, penerimaan pasien, asesmen dan penentuan level triase, dokumentasi, hingga eskalasi triase dalam kondisi bencana), serta Materi Penunjang berupa Building Learning Commitment (BLC), Anti Korupsi, dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Pelatihan ini menghadirkan sembilan narasumber, terdiri dari delapan tim pakar/instruktur triase dari RSP Fatmawati Jakarta, yaitu Ns. Aat Djanatunisah, M.Kep., Sp.Kep.MB; Ns. Khairul Nasri, S.Kep., M.Kep; Ns. Welas Riyanto, M.Kep., Sp.Kep.MB; Ns. Nugrah Novendi, M.Kep; Ns. Lena Yulianti, S.Kep., M.Kep; Ns. Ating Udkhiyani, S.Kep; Ns. Dian Karya Mahardhika, S.Kep; dan Ns. Hermalena, S.Kep, serta satu narasumber internal RSUD dr. H. Jusuf SK, Ns. Nurlela, SKM., S.Kep. Kegiatan ini juga didampingi oleh satu orang Master of Training (MOT) dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Mustaqim Hariyadi, SKM., MPH.

Untuk memastikan kompetensi peserta benar-benar terasah, evaluasi hasil belajar dilakukan melalui pre-test dan post-test, penilaian penugasan dan skill lab, hingga simulasi komprehensif berupa ujian praktik terpadu penanganan kasus triase cepat ESI dan eskalasi triase bencana metode SALT.

Peserta berhak memperoleh Sertifikat Pelatihan Sistem Triase Instalasi Gawat Darurat dari RSUD dr. H. Jusuf SK apabila memenuhi tiga kriteria kelulusan, yaitu nilai post-test di atas 80 persen, nilai evaluasi praktik simulasi komprehensif di atas 80 persen berdasarkan penilaian objektif tim pelatih/instruktur, serta tingkat kehadiran 100 persen tanpa terkecuali selama rangkaian kegiatan daring maupun luring.

Melalui pelatihan yang terstruktur dan akuntabel ini, RSUD dr. H. Jusuf SK berharap seluruh tenaga kesehatan IGD dapat mengoptimalkan mutu pelayanan kegawatdaruratan medis, sekaligus menjamin keselamatan pasien secara berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.(humas_rsud)

(more…)

Tingkatkan Kompetensi Bidan dan Dokter, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Gelar Pelatihan APN

Tingkatkan Kompetensi Bidan dan Dokter, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Gelar Pelatihan APN

TARAKAN — RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan terus memperkuat kompetensi tenaga kesehatan untuk memastikan pelayanan persalinan berjalan aman, bermutu, dan sesuai standar.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) yang digelar selama 10 hari, mulai 14 hingga 23 September 2026. Kegiatan ini diikuti 15 tenaga kesehatan, terdiri dari 1 dokter dan 14 bidan.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., PCTI.

dr. Ronald mengatakan, pelatihan APN merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung program nasional Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia.

“Pelatihan Asuhan Persalinan Normal ini merupakan bagian dari komitmen kami mendukung program nasional Kesehatan Ibu dan Anak. Dengan kompetensi tenaga kesehatan yang semakin baik, kita berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, khususnya di wilayah Kalimantan Utara,” ujar dr. Ronald.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan maternal dan neonatal yang berkualitas.

Dalam pelatihan tersebut, lanjutnya, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga praktik yang dirancang untuk memperkuat kemampuan dalam memberikan asuhan persalinan normal.

Materi yang diberikan mencakup pengambilan keputusan klinis, penerapan asuhan sayang ibu dan bayi, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga pencatatan dan dokumentasi pelayanan.

Dikatakan, melalui pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan peserta dalam memberikan asuhan persalinan secara komprehensif.

Dengan demikian, kata Ronald, tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan diharapkan semakin siap memberikan pelayanan yang profesional, aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan ibu serta bayi.

Lebih jauh Ronald mengungkapkan, dalam pelatihan tersebut, untuk memperkuat proses pembelajaran, RSUD dr. H. Jusuf SK menghadirkan fasilitator dari sejumlah institusi. Mereka yakni Rahmi Padillah, S.ST., Bdn., M.Keb dari Universitas Borneo Tarakan, Susanna, A.Md.Keb dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, serta Dr. Nursari Abdul Syukur, S.ST., M.Keb dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur.

Kehadiran para fasilitator tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan pelatihan yang mengombinasikan pemahaman teori dengan keterampilan praktik.

Melalui pelatihan APN, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan.

Peningkatan kompetensi tersebut diarahkan untuk mendukung mutu pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, sekaligus memperkuat aspek keselamatan ibu dan bayi.

“Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan rumah sakit terhadap program nasional KIA yang terus digalakkan pemerintah,” pungkasnya.

Pada akhirnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan diharapkan berkontribusi terhadap terciptanya pelayanan persalinan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien. Kompeten tenaga kesehatan, aman persalinan, selamat ibu dan bayi. (humas_rsud)

(more…)