Hari Penglihatan Sedunia 2026, Dokter Mata RSUD dr. H. Jusuf SK Bagikan Tips Jaga Mata Anak hingga Dewasa
TARAKAN – Momen Hari Penglihatan Sedunia 2026 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Dokter spesialis mata RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Yurike Tiurma Persaulin, Sp.M, mengajak masyarakat Kalimantan Utara tidak mengabaikan kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan apabila mulai muncul gangguan penglihatan.
Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day diperingati setiap Kamis kedua bulan Oktober. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada Kamis (8/10/2026) dengan mengusung tema Love Your Eyes.
Tema tersebut menjadi bagian dari kampanye global yang digagas International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) untuk mengajak masyarakat memprioritaskan kesehatan mata.
Menurut dr. Yurike, menjaga kesehatan mata sebaiknya dilakukan sejak usia anak-anak.
Pemeriksaan Mata Anak Jangan Diabaikan
Dr. Yurike mengatakan, anak usia prasekolah perlu mendapatkan pemeriksaan mata secara rutin.
Hal ini penting karena sejumlah gangguan penglihatan pada anak tidak selalu dapat dikenali sejak awal.
“Anak usia prasekolah sebaiknya diperiksakan matanya secara teratur. Banyak gangguan penglihatan pada anak tidak disadari karena anak belum bisa mengeluhkannya, jadi orang tua perlu proaktif,” ujar dr. Yurike.
Menurutnya, deteksi dini memungkinkan gangguan penglihatan mendapatkan penanganan lebih cepat sehingga tidak mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang anak.
“Semakin dini terdeteksi, semakin baik hasil penanganannya,” lanjutnya.
Selain pemeriksaan rutin, orang tua juga diminta mengatur penggunaan gadget pada anak.
Anak sebaiknya mendapatkan jeda saat menggunakan perangkat digital dan tetap memiliki waktu untuk beraktivitas di luar ruangan.
“Penggunaan gadget pada anak perlu dibatasi dan diberi jeda istirahat. Dampingi anak saat menggunakannya, dan imbangi dengan aktivitas di luar ruangan serta makanan bergizi,” katanya.
Kenali Empat Gangguan Penglihatan yang Sering Ditemui
Sementara pada orang dewasa, sejumlah gangguan penglihatan yang sering ditemukan di antaranya miopia, hipermetropia, astigmatisma dan presbiopia.
Miopia atau rabun jauh membuat objek yang berada jauh terlihat buram, sementara objek dekat masih dapat terlihat lebih jelas.
Sebaliknya, hipermetropia atau rabun dekat membuat seseorang mengalami kesulitan melihat objek yang dekat.
Kemudian astigmatisma atau mata silinder dapat menyebabkan penglihatan terlihat kabur atau berbayang pada berbagai jarak.
Sedangkan presbiopia atau mata tua merupakan kondisi ketika kemampuan melihat objek dekat menurun seiring bertambahnya usia dan umumnya mulai dirasakan setelah usia 40 tahun.
“Keempat kondisi ini yang paling sering kami temui di poli mata. Kabar baiknya, semuanya dapat dikoreksi dan ditangani dengan tepat, asalkan pasien tidak menunda pemeriksaan,” kata dr. Yurike.
Sering Menatap Layar? Terapkan Aturan 20-20-20
Bagi masyarakat yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer maupun gadget, dr. Yurike mengingatkan pentingnya memberikan waktu istirahat bagi mata.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah aturan 20-20-20.
Artinya, setiap 20 menit menatap layar, seseorang perlu mengalihkan pandangan selama 20 detik dengan melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter.
“Mata itu perlu istirahat. Kalau bekerja di depan komputer, jangan menatap layar terus-menerus. Terapkan aturan 20-20-20, beri jeda sejenak untuk melihat jauh, supaya mata tidak cepat lelah,” jelasnya.
Selain memberikan jeda, masyarakat juga dianjurkan mengatur waktu penggunaan gadget, mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala.
Terutama apabila mulai muncul keluhan seperti penglihatan kabur, mata cepat lelah atau sakit kepala saat membaca maupun menatap layar.
Jangan Tunggu Gangguan Mata Semakin Parah
Melalui momentum Hari Penglihatan Sedunia 2026, RSUD dr. H. Jusuf SK mengajak masyarakat menjadikan menjaga kesehatan mata sebagai kebiasaan sehari-hari.
Dr. Yurike mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu gangguan penglihatan semakin parah sebelum memeriksakan diri.
“Mari mulai mencintai mata kita dari kebiasaan kecil sehari-hari. Jangan menunggu parah. Kalau ada keluhan pada penglihatan, segera konsultasikan ke dokter mata,” pungkasnya. (humas_rsud)
“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”




