Mulai dari Bertanya Kabar, RSUD dr. H. Jusuf SK Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa
TARAKAN – Kepedulian terhadap kesehatan jiwa tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Terkadang, cukup dengan satu pertanyaan sederhana: “Apa kabar?”
Pesan itu disampaikan RSUD dr. H. Jusuf SK dalam momentum Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day) yang diperingati setiap 10 September.
Pada 2026, kampanye tersebut mengusung tema “Changing the Narrative on Suicide” atau Mengubah Narasi tentang Bunuh Diri, dengan ajakan “Start the Conversation” atau Mulailah Percakapan.
Kampanye ini mendorong masyarakat meninggalkan kebisuan, stigma, dan kesalahpahaman menuju keterbukaan, empati, serta dukungan bagi mereka yang sedang menghadapi tekanan berat.
Data WHO dalam laporan Suicide worldwide in 2021: global health estimates mencatat sekitar 727.000 orang meninggal akibat bunuh diri sepanjang 2021. Bunuh diri juga tercatat sebagai salah satu penyebab kematian utama pada kelompok usia 15–29 tahun.
WHO menyebut persoalan bunuh diri bersifat multifaktor, yang dapat dipengaruhi faktor sosial, budaya, biologis, psikologis hingga lingkungan. Kondisi krisis juga dapat membuat seseorang lebih rentan, termasuk ketika menghadapi persoalan keuangan, konflik hubungan, penyakit kronis maupun nyeri berkepanjangan.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Rahmawati Nur Indah, Sp.KJ, mengingatkan bahwa kesehatan jiwa memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
Menurutnya, keluarga menjadi pihak yang paling dekat dan berpeluang melihat perubahan perilaku seseorang.
“Keluarga adalah lapis pertama yang paling mungkin melihat perubahan. Bila ada orang terdekat yang mulai menarik diri, kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, atau mengalami perubahan pola tidur dan makan dalam waktu lama, jangan diabaikan. Temani, dengarkan, dan bantu mereka bertemu tenaga profesional,” jelas dr. Indah.
Karena itu, masyarakat diajak tidak takut membuka percakapan dengan orang terdekat yang sedang menghadapi tekanan.
Menanyakan kabar dengan tulus, mendengarkan tanpa menghakimi, serta menemani seseorang mendapatkan bantuan profesional merupakan langkah sederhana yang dinilai dapat memberikan dampak besar.
“Kita sering takut bertanya karena khawatir salah bicara. Padahal, menanyakan kabar dengan tulus dan mendengarkan tanpa menghakimi itu justru membuka jalan bagi seseorang untuk bercerita. Percakapan sederhana bisa menjadi langkah awal yang menyelamatkan,” kata dr. Indah.
RSUD dr. H. Jusuf SK pun mengimbau masyarakat Kalimantan Utara agar tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatan jiwa, baik untuk diri sendiri maupun ketika mendampingi keluarga dan kerabat. Layanan kesehatan jiwa tersedia di RSUD dr. H. Jusuf SK dan ditangani oleh dokter spesialis Kedokteran Jiwa. (humas_rsud)
“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”




