Simulasi Code Green Digelar, RSUD dr. H. Jusuf SK Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Gempa
TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK menggelar simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi (Code Green) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi darurat. Kegiatan yang diprakarsai Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) ini berlangsung pada Selasa (14/7/2026).
Simulasi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan respons seluruh karyawan dalam penanggulangan bencana melalui aktivasi kode bahaya gempa bumi (Code Green), sehingga setiap petugas memahami peran dan prosedur yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK., M.H., mengatakan simulasi merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Pelaksanaan simulasi bencana merupakan bagian dari persyaratan akreditasi dan implementasi K3 di rumah sakit, mulai dari pemilihan skenario, frekuensi pelaksanaan, hingga penetapan penanggung jawab. Mengingat Kota Tarakan dan sekitarnya pernah mengalami gempa bumi, RSUD dr. H. Jusuf SK juga menjadi salah satu fasilitas yang terdampak,” ujarnya.
Koordinator lapangan simulasi, Martinus Amir, menjelaskan sebelum kegiatan dimulai seluruh peserta mendapatkan briefing mengenai teknis pelaksanaan dan alur evakuasi. Menurutnya, pemilihan skenario gempa bumi didasarkan pada hasil analisis risiko di setiap unit pelayanan.
“Untuk beberapa lokasi dipilih skenario gempa karena mempertimbangkan kondisi geografis dan struktur bangunan rumah sakit. Evakuasi saat gempa lebih kompleks dibandingkan kebakaran karena seluruh area terdampak secara bersamaan,” katanya.
Ia menambahkan, bangunan bertingkat lebih dari empat lantai memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama. Berbeda dengan kebakaran yang masih memungkinkan penggunaan jalur alternatif, gempa bumi berpotensi menghambat sebagian besar akses evakuasi. Karena itu, perencanaan jalur evakuasi harus dipersiapkan secara matang.
Simulasi melibatkan berbagai unsur di lingkungan rumah sakit, mulai dari Tim K3RS, tenaga kesehatan, Instalasi Radiologi, Tim Humas, petugas keamanan, hingga unit-unit terkait lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang menyerupai kondisi nyata agar setiap petugas mampu merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila bencana benar-benar terjadi. (hms_rsud/yesi)
“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”




