RSUD dr. H. Jusuf SK Jalani Simulasi Akreditasi, Surveior Soroti Pentingnya Dukungan Anggaran

RSUD dr. H. Jusuf SK Jalani Simulasi Akreditasi, Surveior Soroti Pentingnya Dukungan Anggaran

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menjalani simulasi survei akreditasi (bimbingan) yang dilaksanakan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), Rabu-Jumat (19-21 Agustus 2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi bagian penting dari persiapan RSUD dr. H. Jusuf SK sebelum menghadapi survei akreditasi yang sesungguhnya.

Simulasi ini sekaligus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kesiapan rumah sakit dalam menerapkan standar mutu pelayanan, tata kelola rumah sakit, hingga keselamatan pasien.

Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., mengatakan simulasi tersebut tidak sekadar menjadi tahapan administratif, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan seluruh unit pelayanan.
“Simulasi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengetahui sejauh mana kesiapan RSUD dr. H. Jusuf SK dalam memenuhi standar akreditasi, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih perlu disempurnakan sebelum survei akreditasi yang sebenarnya dilaksanakan,” ujar dr. Budy.

Menurutnya, keberhasilan menghadapi akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga bagaimana standar tersebut benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari komitmen kita bersama dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kepentingan pasien,” lanjutnya.

Rangkaian simulasi survei akreditasi dilakukan secara bertahap untuk menggambarkan kondisi survei yang sesungguhnya.
Pada hari pertama, tim surveior melakukan telaah dokumen.
Berbagai dokumen rumah sakit diperiksa, mulai dari regulasi, kebijakan, panduan, standar prosedur operasional (SPO), hingga bukti pelaksanaan program mutu dan keselamatan pasien.

Sementara pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan telusur lapangan oleh surveior manajemen dan surveior teknis. Tim surveior turun langsung ke berbagai unit pelayanan untuk mengamati pelaksanaan pelayanan, melakukan wawancara dengan staf, sekaligus memverifikasi kesesuaian antara dokumen yang dimiliki rumah sakit dengan praktik pelayanan di lapangan.

Sejumlah aspek penting menjadi perhatian dalam telusur tersebut. Di antaranya Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), yang berkaitan dengan kesiapan sarana, prasarana, serta sistem keamanan rumah sakit.

Kemudian Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), untuk memastikan penerapan kewaspadaan standar dalam mencegah penularan infeksi di lingkungan rumah sakit. Aspek Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) juga turut ditelaah, khususnya berkaitan dengan efektivitas kepemimpinan dan manajemen dalam menjalankan fungsi pengambilan keputusan strategis.

Selain itu, surveior melakukan penilaian terhadap Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), serta rekam medis. Telaah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pelayanan pasien berjalan sesuai standar dan seluruh tindakan pelayanan terdokumentasi secara lengkap serta akurat.

Simulasi survei akreditasi tersebut melibatkan tiga surveior berpengalaman dari LARS DHP. Mereka yakni dr. Roudhotul Ismailiya Noor, Sp.PK, Subs. BDKT (K)., M.H., C.MC., FISQua selaku Ketua Tim Surveior, dr. Dewi R. Anggraini, M.Kes., M.P.H., FISQua, serta Sri Anty Handayani, S.Kp., M.Kep.

Ketua Tim Surveior, dr. Roudhotul Ismailiya Noor, mengajak seluruh civitas hospitalia RSUD dr. H. Jusuf SK memanfaatkan simulasi tersebut sebagai kesempatan untuk melakukan pembenahan. Ia meminta tenaga medis, tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang bersikap proaktif, terbuka dan kooperatif selama proses telusur berlangsung.

Menurutnya, keterbukaan seluruh jajaran rumah sakit sangat diperlukan agar berbagai persoalan yang masih ditemukan dapat segera diketahui dan diperbaiki sebelum survei akreditasi yang sebenarnya.

Ketua Tim Surveior juga menekankan pentingnya peran dan dukungan pemilik RSUD dr. H. Jusuf SK dalam menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit.

Dukungan tersebut dinilai semakin penting karena RSUD dr. H. Jusuf SK saat ini membutuhkan dukungan anggaran, khususnya untuk pemeliharaan bangunan dan alat kesehatan yang tersedia di rumah sakit.

Ketersediaan sarana dan prasarana yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga mutu dan keselamatan pelayanan.
Karena itu, keberhasilan peningkatan mutu rumah sakit tidak hanya menjadi tanggung jawab jajaran manajemen dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemilik rumah sakit.

Hal tersebut menjadi perhatian penting dalam proses akreditasi, mengingat pelayanan yang bermutu dan aman membutuhkan dukungan sistem, sumber daya manusia, sarana, prasarana, serta pembiayaan yang memadai.

Melalui simulasi tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih ditemukan sebelum memasuki survei akreditasi sesungguhnya. Kekompakan seluruh civitas hospitalia menjadi salah satu kunci agar setiap standar yang dipersyaratkan dapat diterapkan secara konsisten.

Akreditasi rumah sakit pada akhirnya bukan hanya mengenai pencapaian predikat, tetapi bagaimana standar mutu dan keselamatan pasien benar-benar menjadi budaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan persiapan yang matang serta dukungan seluruh pihak, RSUD dr. H. Jusuf SK diharapkan mampu mempertanggungjawabkan kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan tersebut juga diharapkan berdampak pada semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. H. Jusuf SK sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di Kalimantan Utara. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

Kenali Alur Sisrute, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Pastikan Proses Rujukan Pasien Lebih Cepat dan Transparan

Kenali Alur Sisrute, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Pastikan Proses Rujukan Pasien Lebih Cepat dan Transparan

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, terus memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui penerapan Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute), untuk mempermudah proses rujukan pasien ke rumah sakit lain.

Sistem berbasis digital ini diterapkan agar pelayanan rujukan berlangsung lebih cepat, transparan, dan terkoordinasi antar fasilitas kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., mengatakan, Sisrute menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan rujukan yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Melalui sistem rujukan terintegrasi ini, pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh layanan secara lebih tepat waktu. Selain itu, pasien dan keluarga juga mendapatkan kepastian serta transparansi informasi selama proses rujukan berlangsung,” kata dr. Budy.

Sisrute merupakan platform resmi Kementerian Kesehatan RI yang digunakan rumah sakit di seluruh Indonesia untuk mengoordinasikan rujukan pasien secara daring (online) dan real-time, sehingga komunikasi antar rumah sakit dapat berlangsung lebih efektif.

ALUR RUJUKAN MELALUI SISRUTE

Proses rujukan diawali ketika Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) menilai pasien memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit yang memiliki fasilitas atau layanan lebih lengkap.

Setelah pasien dan keluarga menyetujui rencana tersebut, petugas rumah sakit menginput data klinis pasien ke dalam aplikasi Sisrute dan mengirimkan permohonan rujukan kepada rumah sakit tujuan.

Selanjutnya, rumah sakit rujukan akan meninjau data yang diterima. Jika permohonan diproses, status pada aplikasi berubah menjadi “Direspon”.

Pada tahap ini, rumah sakit tujuan biasanya memberikan arahan lanjutan, seperti meminta petugas menghubungi Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta mengirimkan kembali data pasien untuk memastikan kesiapan pelayanan.

Petugas kemudian melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan ketersediaan DPJP yang akan menangani pasien sekaligus memastikan ketersediaan tempat perawatan.

Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, status pada Sisrute berubah menjadi “Dirujuk”, yang menandakan rumah sakit tujuan telah menyetujui proses rujukan dan pasien siap dipindahkan sesuai prosedur medis.

EDUKASI BIAYA PENDAMPING PASIEN

RSUD dr. H. Jusuf SK juga mengingatkan masyarakat agar memahami aspek pembiayaan selama proses rujukan.
Dalam rujukan antar rumah sakit, biaya jasa perawat atau tenaga kesehatan yang mendampingi pasien selama perjalanan menjadi tanggung jawab pasien maupun keluarga. Informasi tersebut disampaikan sejak awal melalui proses edukasi sebelum rujukan dilakukan.

Menurut manajemen rumah sakit, keterbukaan informasi tersebut penting agar keluarga pasien dapat mempersiapkan kebutuhan selama proses rujukan dan tidak terjadi kesalahpahaman mengenai komponen biaya yang berada di luar biaya pelayanan medis yang telah dijamin, termasuk oleh BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui penerapan Sisrute, pihak RSUD dr. H. Jusuf SK berharap masyarakat semakin memahami mekanisme rujukan antar rumah sakit. Sistem ini diharapkan mampu menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, transparan, efektif, serta mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

Tegaskan Komitmen Lindungi Privasi Pasien, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Gelar Sumpah Kerahasiaan Rekam Medis

Tegaskan Komitmen Lindungi Privasi Pasien, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Gelar Sumpah Kerahasiaan Rekam Medis

 

TARAKAN – Komitmen menjaga kerahasiaan data dan privasi pasien terus diperkuat RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar Sumpah Kerahasiaan Rekam Medis bagi tenaga kesehatan, tenaga pendukung, serta seluruh pegawai rumah sakit yang memiliki akses terhadap informasi pasien, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK., M.H. Sumpah tersebut menjadi pengingat sekaligus penegasan bahwa setiap informasi medis pasien merupakan data yang bersifat rahasia dan hanya dapat digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam arahannya, dr. Budy Azis menegaskan bahwa rekam medis tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pelayanan kesehatan, tetapi juga memuat data pribadi dan informasi sensitif yang harus dijaga oleh seluruh pihak yang memiliki kewenangan mengaksesnya.

Menurutnya, menjaga kerahasiaan rekam medis merupakan bagian penting dari perlindungan hak pasien sekaligus cerminan profesionalisme tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

“Menjaga kerahasiaan pasien berarti menjaga martabat pasien sekaligus menjaga integritas profesi dan nama baik rumah sakit,” tegas dr. Budy.

Ia menambahkan, pelaksanaan sumpah tersebut bukan sekadar memenuhi tuntutan regulasi maupun persyaratan akreditasi rumah sakit. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi komitmen moral, etika profesi, dan tanggung jawab bersama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan RSUD dr. H. Jusuf SK.

“Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama pelayanan kesehatan. Karena itu, setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi pasien tidak disalahgunakan ataupun diakses oleh pihak yang tidak berwenang,” ujarnya.

Sebelumnya, perwakilan Kelompok Kerja (Pokja) Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Opan Setiawan, S.Tr.RMIK, menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen rumah sakit dan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kewajiban menjaga kerahasiaan rekam medis tidak hanya melekat pada tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh pegawai rumah sakit yang dalam pelaksanaan tugasnya memiliki akses terhadap data pasien.

Menurut Opan, setiap informasi mengenai pasien hanya boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, maupun keperluan lain yang diizinkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap informasi mengenai pasien hanya boleh digunakan untuk kepentingan pelayanan, pendidikan, penelitian, maupun ketentuan lain yang diperbolehkan sesuai peraturan yang berlaku,” katanya.

Melalui pelaksanaan sumpah kerahasiaan rekam medis ini, RSUD dr. H. Jusuf SK berharap seluruh pegawai semakin memahami batasan penggunaan informasi pasien sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip perlindungan data kesehatan.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan yang profesional, bermutu, beretika, serta berorientasi pada perlindungan hak-hak pasien di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap keamanan informasi medis di era digital.

Dengan komitmen yang diperkuat melalui sumpah tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK menegaskan bahwa menjaga kerahasiaan rekam medis bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari budaya kerja yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh insan rumah sakit sebagai fondasi pelayanan kesehatan yang aman, terpercaya, dan berintegritas. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Genjot Persiapan Akreditasi, Bidik Pertahankan Predikat Paripurna

RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Genjot Persiapan Akreditasi, Bidik Pertahankan Predikat Paripurna

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan mulai mematangkan persiapan menghadapi survei akreditasi rumah sakit dengan menggandeng Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP). Pendampingan secara intensif dilakukan selama dua hari, Rabu–Kamis (29–30/7/2026), difokuskan untuk memastikan seluruh standar pelayanan, mutu, dan keselamatan pasien diterapkan secara optimal.

Bimbingan akreditasi yang digelar secara luring tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit mempertahankan predikat Paripurna, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sesuai standar nasional.

Dalam kegiatan itu, tim pendamping LARS DHP melakukan penilaian menyeluruh terhadap kesiapan rumah sakit. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari pelayanan klinis, manajemen fasilitas dan keselamatan, pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), tata kelola rumah sakit, hingga implementasi program mutu dan keselamatan pasien.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Aziz B., Sp.PK., M.H., mengatakan akreditasi bukan hanya bertujuan memperoleh nilai terbaik, tetapi menjadi instrumen penting untuk membangun budaya pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Kami berharap seluruh tim akreditasi dan semua pihak yang terlibat dapat menjadikan momentum bimbingan ini sebagai kesempatan untuk belajar, memperbaiki kekurangan, dan menyamakan pemahaman terhadap standar yang berlaku. Fokus kita satu, yaitu mempertahankan predikat Paripurna yang telah diraih rumah sakit ini,” ujar dr Budy.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan akreditasi bergantung pada keterlibatan seluruh unsur rumah sakit, bukan hanya tim akreditasi. Karena itu, setiap unit kerja didorong memahami dan mengimplementasikan standar pelayanan secara konsisten.

Sementara itu, perwakilan tim pendamping LARS DHP, dr. Edy Iskandar, Sp.PD., FINASIM., M.A.R.S., mengapresiasi kesiapan manajemen dan seluruh jajaran RSUD dr. H. Jusuf SK dalam mengikuti proses pendampingan.

Ia menilai antusiasme yang ditunjukkan rumah sakit menjadi modal penting untuk menghadapi survei akreditasi yang sesungguhnya. “Kami berkomitmen memberikan pendampingan secara maksimal agar seluruh standar akreditasi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik oleh setiap unit. Kami berharap proses ini menjadi sarana belajar bersama, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, sehingga rumah sakit siap menghadapi survei dan mampu mempertahankan status Paripurna,” kata dr. Edy.

Selama proses pendampingan, tim LARS DHP juga membantu rumah sakit mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan, baik dari sisi dokumen, tata kelola, maupun implementasi pelayanan di lapangan.

Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar perbaikan sebelum pelaksanaan survei akreditasi resmi.

Sebagai tindak lanjut, seluruh hasil pendampingan akan dirangkum dalam laporan yang disampaikan kepada Sekretariat LARS DHP paling lambat tiga hari kerja setelah kegiatan berakhir.

Laporan tersebut akan menjadi acuan bagi RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi demi menjaga standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Dengan persiapan yang lebih matang, pihak rumah sakit milik Pemprov Kaltara itu berharap, mampu mempertahankan predikat Paripurna, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang profesional, aman, dan berkualitas di Kalimantan Utara. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

CT Scan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Kembali Beroperasi, Pasien Tak Perlu Lagi Menunggu Lama untuk Pemeriksaan

CT Scan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Kembali Beroperasi, Pasien Tak Perlu Lagi Menunggu Lama untuk Pemeriksaan

TARAKAN – Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Utara. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan memastikan layanan CT Scan kini kembali beroperasi normal setelah sempat mengalami gangguan teknis.

Perbaikan tersebut telah rampung beberapa hari lalu sehingga pelayanan pemeriksaan penunjang bagi pasien kembali berjalan optimal.

Berdasarkan laporan teknis petugas elektromedis (ATEM) RSUD dr. H. Jusuf SK, gangguan pada alat CT Scan disebabkan kerusakan pada komponen BR64 Air Fan Replacement Kit, yang merupakan bagian penting dari sistem pendingin perangkat.

Akibat kerusakan tersebut, alat tidak dapat dioperasikan secara maksimal sebelum dilakukan penggantian komponen.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B., Sp.PK., M.H., mengatakan pihak rumah sakit bergerak cepat melakukan penanganan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dalam waktu lama.

“Kami memastikan seluruh layanan penting, termasuk CT Scan, dapat kembali diakses dengan baik oleh pasien. Ini menjadi prioritas kami agar masyarakat tidak perlu dirujuk jauh hanya untuk mendapatkan pemeriksaan penunjang,” ujar dr. Budy.

Menurutnya, keberadaan CT Scan memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan karena menjadi salah satu alat utama untuk membantu dokter menegakkan diagnosis secara cepat dan akurat.

Pemeriksaan menggunakan CT Scan dibutuhkan untuk mendeteksi berbagai kondisi medis, mulai dari cedera akibat kecelakaan, penyakit organ dalam, gangguan pembuluh darah dan jantung, hingga berbagai kasus keganasan seperti kanker.

Dengan beroperasinya kembali alat tersebut, masyarakat Kalimantan Utara kini dapat kembali memperoleh layanan diagnostik tanpa harus menunggu lama maupun mencari fasilitas kesehatan di luar daerah.

Selain memulihkan layanan CT Scan, RSUD dr. H. Jusuf SK juga terus melakukan penguatan layanan kesehatan lainnya. Salah satunya melalui persiapan pengembangan fasilitas radioterapi yang ditargetkan menjadi layanan unggulan bagi pasien kanker di Kalimantan.

Rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara itu optimistis peningkatan fasilitas dan pelayanan secara bertahap akan memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan di wilayah Kalimantan Utara.

Dengan tersedianya layanan CT Scan yang kembali normal dan rencana pengembangan radioterapi, RSUD dr. H. Jusuf SK berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, cepat, dan berkualitas tanpa harus melakukan rujukan ke luar daerah. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Siapkan Layanan Radioterapi, Bidik jadi Pusat Rujukan Kanker Regional Kalimantan

RSUD dr. H. Jusuf SK Siapkan Layanan Radioterapi, Bidik jadi Pusat Rujukan Kanker Regional Kalimantan

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK terus memperkuat transformasi layanan kesehatan dengan menyiapkan fasilitas radioterapi bagi pasien kanker. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) itu, menargetkan menjadi salah satu pusat rujukan layanan kanker regional di Kalimantan, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada layanan di luar daerah.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan visitasi sekaligus persiapan Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Medik bidang Radiologi Diagnostik dan Intervensional (RDI), Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama RSUD dr. H. Jusuf SK dengan Yayasan Professor Doktor Syamsir Dewang sebagai bagian dari tahapan pengembangan layanan radioterapi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK., M.H., mengatakan, pengembangan layanan radioterapi diawali dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) yang tersertifikasi serta pemenuhan infrastruktur sesuai standar keselamatan radiasi.

“Kami berkomitmen penuh menghadirkan layanan radioterapi di RSUD dr. H. Jusuf SK. Ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan bagi pasien kanker. Ke depan, masyarakat Kalimantan Utara tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan terapi yang memadai,” ujar dr. Budy.

Menurutnya, kesiapan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung operasional layanan radioterapi yang aman, profesional, dan sesuai regulasi.

Selain peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, RSUD juga tengah mematangkan pembangunan bunker radioterapi, fasilitas khusus yang menjadi syarat utama dalam pengoperasian alat terapi radiasi.

“Pembangunan bunker radioterapi merupakan langkah strategis yang sedang kami siapkan. Fasilitas ini menjadi fondasi utama agar layanan radioterapi dapat beroperasi sesuai standar keselamatan radiasi yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan, Prof. Dr. Syamsir Dewang, M.Eng.Sc., F.Med., menilai langkah RSUD dr. H. Jusuf SK sangat strategis dalam menjawab tingginya kebutuhan layanan kanker di wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Utara yang memiliki karakteristik sebagai daerah perbatasan.

Menurutnya, keberadaan layanan radioterapi di Tarakan akan memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit di luar pulau.

“Pengembangan layanan radioterapi di RSUD dr. H. Jusuf SK memiliki potensi besar menjadi pusat pelayanan radioterapi regional di Kalimantan. Ini merupakan langkah penting untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, hadirnya fasilitas tersebut akan memberikan manfaat besar bagi pasien dan keluarga, baik dari sisi ekonomi maupun psikologis.

“Pasien tidak lagi harus melakukan perjalanan jauh ke luar kota untuk menjalani terapi. Biaya transportasi dapat ditekan, waktu lebih efisien, dan kondisi psikologis pasien maupun keluarga akan jauh lebih baik karena dapat menjalani pengobatan lebih dekat dengan tempat tinggal,” ungkap Prof. Syamsir.

Pengembangan layanan radioterapi ini menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Jusuf SK menghadirkan layanan kanker terpadu yang lebih lengkap di Kalimantan Utara. Dengan percepatan pemenuhan SDM dan pembangunan infrastruktur, rumah sakit ini diharapkan segera bertransformasi menjadi pusat rujukan kanker regional yang mampu memberikan pelayanan cepat, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi harapan baru bagi pasien kanker di wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Utara, untuk memperoleh akses terapi yang lebih mudah tanpa harus meninggalkan daerahnya demi mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

CT Scan Cardiac, Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner Tanpa Tindakan Invasif 

CT Scan Cardiac, Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner Tanpa Tindakan Invasif 

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK terus memperkuat layanan diagnostik penyakit jantung dengan mengoptimalkan pemeriksaan CT Scan Cardiac, teknologi pencitraan noninvasif yang mampu mendeteksi penyakit jantung koroner secara cepat dan akurat tanpa memerlukan tindakan invasif.

Pengenalan layanan tersebut disampaikan dalam penyuluhan kesehatan yang digelar Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di ruang tunggu poliklinik rawat jalan, Senin (20/7/2026). Materi disampaikan oleh radiografer RSUD dr. H. Jusuf SK, Muhlis, S.Tr.Kes.

Muhlis menjelaskan, CT Scan Cardiac merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan teknologi Multidetector Computed Tomography (MDCT) untuk menghasilkan gambaran struktur jantung dan pembuluh darah koroner secara detail dalam waktu singkat. Pemeriksaan ini menjadi salah satu metode andalan dalam mendeteksi dini penyakit jantung koroner.

Menurutnya, CT Scan Cardiac memiliki sejumlah manfaat, antara lain menilai anatomi arteri koroner, mendeteksi plak aterosklerosis dan penyempitan pembuluh darah (stenosis), mengevaluasi fungsi ventrikel kiri, serta membantu dokter menentukan strategi penanganan sebelum pasien menjalani tindakan kateterisasi jantung (cathlab).

“Kecepatan dan ketepatan inilah yang menjadikan CT Scan Cardiac unggul dibandingkan metode konvensional, terutama bagi pasien yang membutuhkan diagnosis cepat dengan hasil yang tetap akurat,” ujar Muhlis.

Ia menambahkan, keunggulan lain CT Scan Cardiac ialah prosedurnya yang tidak invasif, memiliki tingkat akurasi lebih dari 90 persen, waktu pemeriksaan yang relatif singkat, serta mampu menilai struktur dan fungsi jantung secara bersamaan, termasuk mendeteksi plak sejak tahap awal.

Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien perlu melakukan beberapa persiapan, seperti berpuasa minimal empat jam, mengonsumsi obat beta blocker untuk menurunkan denyut jantung apabila diperlukan, menjalani pemeriksaan fungsi ginjal sebelum pemberian zat kontras, serta melepas seluruh benda logam di area dada.

Melalui layanan CT Scan Cardiac, RSUD dr. H. Jusuf SK berkomitmen menghadirkan pemeriksaan jantung yang lebih cepat, akurat, dan minim risiko bagi masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara).

Layanan ini juga diharapkan mampu mendukung deteksi dini penyakit jantung koroner sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Gelar Apel Pagi, Plt. Direktur Ingatkan Kesiapan Akreditasi dan Waktu Tunggu Pelayanan Pasien

Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tekankan Kesiapan Akreditasi dan Percepatan Pelayanan Pasien

TARAKAN – Persiapan pendampingan akreditasi dan percepatan pelayanan pasien menjadi perhatian utama dalam apel pagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK, Senin (20/7/2026). Apel dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis, Sp.PK., M.H.

Dalam arahannya, dr. Budy meminta seluruh unit segera menyiapkan dokumen yang akan menjadi bahan penilaian pada pendampingan akreditasi yang dijadwalkan berlangsung akhir Juli 2026.

Dokumen yang dimaksud meliputi standar prosedur operasional (SPO), bukti pelaksanaan pelayanan, hingga dokumentasi mutu di masing-masing instalasi. Ia berharap seluruh pegawai dapat bekerja sama agar proses pendampingan berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi rumah sakit.

Selain kesiapan akreditasi, dr. Budy juga menyoroti masih adanya waktu tunggu pasien, baik di pelayanan rawat jalan maupun rawat inap, yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Salah satu permasalahan yang masih sering terjadi adalah lamanya waktu tunggu pelayanan poliklinik maupun IGD yang dapat memengaruhi mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Saya masih menemukan adanya aduan dari masyarakat. Pasien yang secara administrasi sudah siap dirawat inap masih harus menunggu berjam-jam untuk masuk ke ruang perawatan. Kondisi ini harus kita evaluasi bersama, baik dari sisi ketersediaan tempat tidur, koordinasi antarunit, maupun kecepatan proses administrasi,” ujarnya.

Ia meminta seluruh kepala instalasi dan unit pelayanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur pelayanan serta memperkuat koordinasi lintas unit agar proses perpindahan pasien dari IGD maupun poliklinik menuju ruang rawat inap dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

“Termasuk pelayanan antrean di poliklinik. Masyarakat yang mengalami kesulitan harus kita bantu, jangan sampai mereka kebingungan saat mengakses layanan. Berikan pendampingan agar proses pelayanan berjalan lebih mudah dan cepat,” tambahnya.

Menurut dr. Budy, peningkatan mutu pelayanan harus dibarengi dengan disiplin kerja, kekompakan tim, dan komitmen seluruh pegawai. Hal itu penting mengingat RSUD dr. H. Jusuf SK merupakan rumah sakit rujukan di Kalimantan Utara yang melayani masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wilayah perbatasan.

Apel pagi diikuti jajaran manajemen, kepala instalasi, serta seluruh pegawai sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(hms_rsud/yesi)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Bekali Siswa PKL dengan Orientasi dan Materi Keselamatan Kerja

RSUD dr. H. Jusuf SK Bekali Siswa PKL dengan Orientasi dan Materi Keselamatan Kerja

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK menggelar orientasi bagi siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebelum memulai kegiatan praktik di lingkungan rumah sakit. Kegiatan yang dilaksanakan Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Diklat itu berlangsung pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).

Peserta PKL berasal dari sejumlah sekolah, yakni SMKN 1 Tarakan, SMKN 2 Tarakan, dan SMKN 4 Tarakan. Orientasi rutin dilaksanakan sebagai pembekalan awal agar para siswa memahami sistem kerja dan budaya pelayanan di rumah sakit.

Selama orientasi, peserta mendapatkan materi mengenai profil rumah sakit dan tata tertib PKL dari Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Diklat. Selain itu, mereka juga dibekali materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), mutu pelayanan rumah sakit, manajemen risiko, serta sasaran keselamatan pasien yang disampaikan oleh komite terkait.

Melalui pembekalan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami tata tertib dan prosedur kerja, tetapi juga mampu menerapkan prinsip keselamatan bagi diri sendiri, pasien, maupun lingkungan kerja selama menjalani praktik. (hms_rsud/yesi)

(more…)