RSUD dr. H. Jusuf SK Jalani Simulasi Akreditasi, Surveior Soroti Pentingnya Dukungan Anggaran
TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menjalani simulasi survei akreditasi (bimbingan) yang dilaksanakan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), Rabu-Jumat (19-21 Agustus 2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi bagian penting dari persiapan RSUD dr. H. Jusuf SK sebelum menghadapi survei akreditasi yang sesungguhnya.
Simulasi ini sekaligus menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kesiapan rumah sakit dalam menerapkan standar mutu pelayanan, tata kelola rumah sakit, hingga keselamatan pasien.
Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., mengatakan simulasi tersebut tidak sekadar menjadi tahapan administratif, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan seluruh unit pelayanan.
“Simulasi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengetahui sejauh mana kesiapan RSUD dr. H. Jusuf SK dalam memenuhi standar akreditasi, sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih perlu disempurnakan sebelum survei akreditasi yang sebenarnya dilaksanakan,” ujar dr. Budy.
Menurutnya, keberhasilan menghadapi akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga bagaimana standar tersebut benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari komitmen kita bersama dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kepentingan pasien,” lanjutnya.
Rangkaian simulasi survei akreditasi dilakukan secara bertahap untuk menggambarkan kondisi survei yang sesungguhnya.
Pada hari pertama, tim surveior melakukan telaah dokumen.
Berbagai dokumen rumah sakit diperiksa, mulai dari regulasi, kebijakan, panduan, standar prosedur operasional (SPO), hingga bukti pelaksanaan program mutu dan keselamatan pasien.
Sementara pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan telusur lapangan oleh surveior manajemen dan surveior teknis. Tim surveior turun langsung ke berbagai unit pelayanan untuk mengamati pelaksanaan pelayanan, melakukan wawancara dengan staf, sekaligus memverifikasi kesesuaian antara dokumen yang dimiliki rumah sakit dengan praktik pelayanan di lapangan.
Sejumlah aspek penting menjadi perhatian dalam telusur tersebut. Di antaranya Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), yang berkaitan dengan kesiapan sarana, prasarana, serta sistem keamanan rumah sakit.
Kemudian Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), untuk memastikan penerapan kewaspadaan standar dalam mencegah penularan infeksi di lingkungan rumah sakit. Aspek Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) juga turut ditelaah, khususnya berkaitan dengan efektivitas kepemimpinan dan manajemen dalam menjalankan fungsi pengambilan keputusan strategis.
Selain itu, surveior melakukan penilaian terhadap Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), serta rekam medis. Telaah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pelayanan pasien berjalan sesuai standar dan seluruh tindakan pelayanan terdokumentasi secara lengkap serta akurat.
Simulasi survei akreditasi tersebut melibatkan tiga surveior berpengalaman dari LARS DHP. Mereka yakni dr. Roudhotul Ismailiya Noor, Sp.PK, Subs. BDKT (K)., M.H., C.MC., FISQua selaku Ketua Tim Surveior, dr. Dewi R. Anggraini, M.Kes., M.P.H., FISQua, serta Sri Anty Handayani, S.Kp., M.Kep.
Ketua Tim Surveior, dr. Roudhotul Ismailiya Noor, mengajak seluruh civitas hospitalia RSUD dr. H. Jusuf SK memanfaatkan simulasi tersebut sebagai kesempatan untuk melakukan pembenahan. Ia meminta tenaga medis, tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang bersikap proaktif, terbuka dan kooperatif selama proses telusur berlangsung.
Menurutnya, keterbukaan seluruh jajaran rumah sakit sangat diperlukan agar berbagai persoalan yang masih ditemukan dapat segera diketahui dan diperbaiki sebelum survei akreditasi yang sebenarnya.
Ketua Tim Surveior juga menekankan pentingnya peran dan dukungan pemilik RSUD dr. H. Jusuf SK dalam menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit.
Dukungan tersebut dinilai semakin penting karena RSUD dr. H. Jusuf SK saat ini membutuhkan dukungan anggaran, khususnya untuk pemeliharaan bangunan dan alat kesehatan yang tersedia di rumah sakit.
Ketersediaan sarana dan prasarana yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga mutu dan keselamatan pelayanan.
Karena itu, keberhasilan peningkatan mutu rumah sakit tidak hanya menjadi tanggung jawab jajaran manajemen dan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemilik rumah sakit.
Hal tersebut menjadi perhatian penting dalam proses akreditasi, mengingat pelayanan yang bermutu dan aman membutuhkan dukungan sistem, sumber daya manusia, sarana, prasarana, serta pembiayaan yang memadai.
Melalui simulasi tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih ditemukan sebelum memasuki survei akreditasi sesungguhnya. Kekompakan seluruh civitas hospitalia menjadi salah satu kunci agar setiap standar yang dipersyaratkan dapat diterapkan secara konsisten.
Akreditasi rumah sakit pada akhirnya bukan hanya mengenai pencapaian predikat, tetapi bagaimana standar mutu dan keselamatan pasien benar-benar menjadi budaya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan persiapan yang matang serta dukungan seluruh pihak, RSUD dr. H. Jusuf SK diharapkan mampu mempertanggungjawabkan kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan tersebut juga diharapkan berdampak pada semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr. H. Jusuf SK sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan rujukan di Kalimantan Utara. (hms_rsud/yeisi)











