RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Genjot Persiapan Akreditasi, Bidik Pertahankan Predikat Paripurna

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan mulai mematangkan persiapan menghadapi survei akreditasi rumah sakit dengan menggandeng Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP). Pendampingan secara intensif dilakukan selama dua hari, Rabu–Kamis (29–30/7/2026), difokuskan untuk memastikan seluruh standar pelayanan, mutu, dan keselamatan pasien diterapkan secara optimal.

Bimbingan akreditasi yang digelar secara luring tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit mempertahankan predikat Paripurna, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sesuai standar nasional.

Dalam kegiatan itu, tim pendamping LARS DHP melakukan penilaian menyeluruh terhadap kesiapan rumah sakit. Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari pelayanan klinis, manajemen fasilitas dan keselamatan, pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), tata kelola rumah sakit, hingga implementasi program mutu dan keselamatan pasien.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Aziz B., Sp.PK., M.H., mengatakan akreditasi bukan hanya bertujuan memperoleh nilai terbaik, tetapi menjadi instrumen penting untuk membangun budaya pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Kami berharap seluruh tim akreditasi dan semua pihak yang terlibat dapat menjadikan momentum bimbingan ini sebagai kesempatan untuk belajar, memperbaiki kekurangan, dan menyamakan pemahaman terhadap standar yang berlaku. Fokus kita satu, yaitu mempertahankan predikat Paripurna yang telah diraih rumah sakit ini,” ujar dr Budy.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan akreditasi bergantung pada keterlibatan seluruh unsur rumah sakit, bukan hanya tim akreditasi. Karena itu, setiap unit kerja didorong memahami dan mengimplementasikan standar pelayanan secara konsisten.

Sementara itu, perwakilan tim pendamping LARS DHP, dr. Edy Iskandar, Sp.PD., FINASIM., M.A.R.S., mengapresiasi kesiapan manajemen dan seluruh jajaran RSUD dr. H. Jusuf SK dalam mengikuti proses pendampingan.

Ia menilai antusiasme yang ditunjukkan rumah sakit menjadi modal penting untuk menghadapi survei akreditasi yang sesungguhnya. “Kami berkomitmen memberikan pendampingan secara maksimal agar seluruh standar akreditasi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik oleh setiap unit. Kami berharap proses ini menjadi sarana belajar bersama, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, sehingga rumah sakit siap menghadapi survei dan mampu mempertahankan status Paripurna,” kata dr. Edy.

Selama proses pendampingan, tim LARS DHP juga membantu rumah sakit mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan, baik dari sisi dokumen, tata kelola, maupun implementasi pelayanan di lapangan.

Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi dasar perbaikan sebelum pelaksanaan survei akreditasi resmi.

Sebagai tindak lanjut, seluruh hasil pendampingan akan dirangkum dalam laporan yang disampaikan kepada Sekretariat LARS DHP paling lambat tiga hari kerja setelah kegiatan berakhir.

Laporan tersebut akan menjadi acuan bagi RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi demi menjaga standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Dengan persiapan yang lebih matang, pihak rumah sakit milik Pemprov Kaltara itu berharap, mampu mempertahankan predikat Paripurna, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang profesional, aman, dan berkualitas di Kalimantan Utara. (hms_rsud/yeisi)

“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”