CT Scan Cardiac, Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner Tanpa Tindakan Invasif 

CT Scan Cardiac, Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner Tanpa Tindakan Invasif 

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK terus memperkuat layanan diagnostik penyakit jantung dengan mengoptimalkan pemeriksaan CT Scan Cardiac, teknologi pencitraan noninvasif yang mampu mendeteksi penyakit jantung koroner secara cepat dan akurat tanpa memerlukan tindakan invasif.

Pengenalan layanan tersebut disampaikan dalam penyuluhan kesehatan yang digelar Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di ruang tunggu poliklinik rawat jalan, Senin (20/7/2026). Materi disampaikan oleh radiografer RSUD dr. H. Jusuf SK, Muhlis, S.Tr.Kes.

Muhlis menjelaskan, CT Scan Cardiac merupakan pemeriksaan yang memanfaatkan teknologi Multidetector Computed Tomography (MDCT) untuk menghasilkan gambaran struktur jantung dan pembuluh darah koroner secara detail dalam waktu singkat. Pemeriksaan ini menjadi salah satu metode andalan dalam mendeteksi dini penyakit jantung koroner.

Menurutnya, CT Scan Cardiac memiliki sejumlah manfaat, antara lain menilai anatomi arteri koroner, mendeteksi plak aterosklerosis dan penyempitan pembuluh darah (stenosis), mengevaluasi fungsi ventrikel kiri, serta membantu dokter menentukan strategi penanganan sebelum pasien menjalani tindakan kateterisasi jantung (cathlab).

“Kecepatan dan ketepatan inilah yang menjadikan CT Scan Cardiac unggul dibandingkan metode konvensional, terutama bagi pasien yang membutuhkan diagnosis cepat dengan hasil yang tetap akurat,” ujar Muhlis.

Ia menambahkan, keunggulan lain CT Scan Cardiac ialah prosedurnya yang tidak invasif, memiliki tingkat akurasi lebih dari 90 persen, waktu pemeriksaan yang relatif singkat, serta mampu menilai struktur dan fungsi jantung secara bersamaan, termasuk mendeteksi plak sejak tahap awal.

Sebelum menjalani pemeriksaan, pasien perlu melakukan beberapa persiapan, seperti berpuasa minimal empat jam, mengonsumsi obat beta blocker untuk menurunkan denyut jantung apabila diperlukan, menjalani pemeriksaan fungsi ginjal sebelum pemberian zat kontras, serta melepas seluruh benda logam di area dada.

Melalui layanan CT Scan Cardiac, RSUD dr. H. Jusuf SK berkomitmen menghadirkan pemeriksaan jantung yang lebih cepat, akurat, dan minim risiko bagi masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara).

Layanan ini juga diharapkan mampu mendukung deteksi dini penyakit jantung koroner sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius. (hms_rsud/yeisi)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Gelar Apel Pagi, Plt. Direktur Ingatkan Kesiapan Akreditasi dan Waktu Tunggu Pelayanan Pasien

Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tekankan Kesiapan Akreditasi dan Percepatan Pelayanan Pasien

TARAKAN – Persiapan pendampingan akreditasi dan percepatan pelayanan pasien menjadi perhatian utama dalam apel pagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK, Senin (20/7/2026). Apel dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis, Sp.PK., M.H.

Dalam arahannya, dr. Budy meminta seluruh unit segera menyiapkan dokumen yang akan menjadi bahan penilaian pada pendampingan akreditasi yang dijadwalkan berlangsung akhir Juli 2026.

Dokumen yang dimaksud meliputi standar prosedur operasional (SPO), bukti pelaksanaan pelayanan, hingga dokumentasi mutu di masing-masing instalasi. Ia berharap seluruh pegawai dapat bekerja sama agar proses pendampingan berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi rumah sakit.

Selain kesiapan akreditasi, dr. Budy juga menyoroti masih adanya waktu tunggu pasien, baik di pelayanan rawat jalan maupun rawat inap, yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Salah satu permasalahan yang masih sering terjadi adalah lamanya waktu tunggu pelayanan poliklinik maupun IGD yang dapat memengaruhi mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Saya masih menemukan adanya aduan dari masyarakat. Pasien yang secara administrasi sudah siap dirawat inap masih harus menunggu berjam-jam untuk masuk ke ruang perawatan. Kondisi ini harus kita evaluasi bersama, baik dari sisi ketersediaan tempat tidur, koordinasi antarunit, maupun kecepatan proses administrasi,” ujarnya.

Ia meminta seluruh kepala instalasi dan unit pelayanan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur pelayanan serta memperkuat koordinasi lintas unit agar proses perpindahan pasien dari IGD maupun poliklinik menuju ruang rawat inap dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.

“Termasuk pelayanan antrean di poliklinik. Masyarakat yang mengalami kesulitan harus kita bantu, jangan sampai mereka kebingungan saat mengakses layanan. Berikan pendampingan agar proses pelayanan berjalan lebih mudah dan cepat,” tambahnya.

Menurut dr. Budy, peningkatan mutu pelayanan harus dibarengi dengan disiplin kerja, kekompakan tim, dan komitmen seluruh pegawai. Hal itu penting mengingat RSUD dr. H. Jusuf SK merupakan rumah sakit rujukan di Kalimantan Utara yang melayani masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wilayah perbatasan.

Apel pagi diikuti jajaran manajemen, kepala instalasi, serta seluruh pegawai sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.(hms_rsud/yesi)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Bekali Siswa PKL dengan Orientasi dan Materi Keselamatan Kerja

RSUD dr. H. Jusuf SK Bekali Siswa PKL dengan Orientasi dan Materi Keselamatan Kerja

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK menggelar orientasi bagi siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebelum memulai kegiatan praktik di lingkungan rumah sakit. Kegiatan yang dilaksanakan Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Diklat itu berlangsung pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).

Peserta PKL berasal dari sejumlah sekolah, yakni SMKN 1 Tarakan, SMKN 2 Tarakan, dan SMKN 4 Tarakan. Orientasi rutin dilaksanakan sebagai pembekalan awal agar para siswa memahami sistem kerja dan budaya pelayanan di rumah sakit.

Selama orientasi, peserta mendapatkan materi mengenai profil rumah sakit dan tata tertib PKL dari Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Diklat. Selain itu, mereka juga dibekali materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), mutu pelayanan rumah sakit, manajemen risiko, serta sasaran keselamatan pasien yang disampaikan oleh komite terkait.

Melalui pembekalan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami tata tertib dan prosedur kerja, tetapi juga mampu menerapkan prinsip keselamatan bagi diri sendiri, pasien, maupun lingkungan kerja selama menjalani praktik. (hms_rsud/yesi)

(more…)

Simulasi Code Green Digelar, RSUD dr. H. Jusuf SK Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Gempa

Simulasi Code Green Digelar, RSUD dr. H. Jusuf SK Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Gempa

TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK menggelar simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi (Code Green) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi darurat. Kegiatan yang diprakarsai Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) ini berlangsung pada Selasa (14/7/2026).

Simulasi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan respons seluruh karyawan dalam penanggulangan bencana melalui aktivasi kode bahaya gempa bumi (Code Green), sehingga setiap petugas memahami peran dan prosedur yang harus dilakukan saat terjadi keadaan darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK., M.H., mengatakan simulasi merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Pelaksanaan simulasi bencana merupakan bagian dari persyaratan akreditasi dan implementasi K3 di rumah sakit, mulai dari pemilihan skenario, frekuensi pelaksanaan, hingga penetapan penanggung jawab. Mengingat Kota Tarakan dan sekitarnya pernah mengalami gempa bumi, RSUD dr. H. Jusuf SK juga menjadi salah satu fasilitas yang terdampak,” ujarnya.

Koordinator lapangan simulasi, Martinus Amir, menjelaskan sebelum kegiatan dimulai seluruh peserta mendapatkan briefing mengenai teknis pelaksanaan dan alur evakuasi. Menurutnya, pemilihan skenario gempa bumi didasarkan pada hasil analisis risiko di setiap unit pelayanan.

“Untuk beberapa lokasi dipilih skenario gempa karena mempertimbangkan kondisi geografis dan struktur bangunan rumah sakit. Evakuasi saat gempa lebih kompleks dibandingkan kebakaran karena seluruh area terdampak secara bersamaan,” katanya.

Ia menambahkan, bangunan bertingkat lebih dari empat lantai memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama. Berbeda dengan kebakaran yang masih memungkinkan penggunaan jalur alternatif, gempa bumi berpotensi menghambat sebagian besar akses evakuasi. Karena itu, perencanaan jalur evakuasi harus dipersiapkan secara matang.

Simulasi melibatkan berbagai unsur di lingkungan rumah sakit, mulai dari Tim K3RS, tenaga kesehatan, Instalasi Radiologi, Tim Humas, petugas keamanan, hingga unit-unit terkait lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang menyerupai kondisi nyata agar setiap petugas mampu merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila bencana benar-benar terjadi. (hms_rsud/yesi)

(more…)