RSUD dr. H. Jusuf SK Menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan BNI, Layanan Perbankan hingga ATM Segera Hadir

RSUD dr. H. Jusuf SK Menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan BNI, Layanan Perbankan hingga ATM Segera Hadir

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK kembali menjalin kerja sama dengan pihak perbankan. Kali ini, kerja sama dilakukan bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penyediaan, penggunaan jasa, dan layanan perbankan bagi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. H. Jusuf SK.

PKS tersebut ditandatangani oleh Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK, bersama Area Head PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Banjarmasin, Rahmat Wahyuddin.

Penandatanganan tersebut disaksikan Wakil Direktur Umum RSUD dr. H. Jusuf SK, Yusran, S.T., M.T., serta Pimpinan BNI Cabang Tarakan, Galih Tatag Pratama, di Tarakan, Senin (14/9/2026).

Selain layanan perbankan, PKS tersebut juga mengatur sewa-menyewa lokasi untuk penempatan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan layanan perbankan bagi pasien, pengunjung, maupun pegawai di lingkungan rumah sakit.

Usai penandatanganan, Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK bersama jajaran BNI turut meninjau lokasi yang akan digunakan untuk penempatan mesin ATM BNI.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan lokasi ATM berada di area strategis sehingga mudah diakses oleh pasien, pengunjung, maupun pegawai rumah sakit.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya RSUD dr. H. Jusuf SK dalam meningkatkan kemudahan layanan, tidak hanya dari sisi pelayanan kesehatan, tetapi juga fasilitas pendukung bagi pasien, pengunjung dan pegawai,” ujar Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK. (humas_rsud)

(more…)

Gigi Sehat Tak Butuh Biaya Mahal, Ini Pesan Dokter Spesialis Bedah Mulut RSUD dr. H. Jusuf SK

Gigi Sehat Tak Butuh Biaya Mahal, Ini Pesan Dokter Spesialis Bedah Mulut RSUD dr. H. Jusuf SK

TARAKAN – Menjaga kesehatan gigi dan mulut ternyata tidak harus dilakukan dengan biaya mahal. Dokter spesialis Bedah Mulut RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, drg. Maria Montessory, Sp.BMM., M.Ked.Klin., mengatakan kunci utama menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah kesadaran serta kedisiplinan dalam menerapkan kebiasaan sederhana sehari-hari.

Hal itu disampaikannya dalam momentum Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional (HKGN) yang diperingati setiap 12 September.

drg. Montes yang juga Kepala Satuan Medis Fungsional (SMF) Gigi dan Mulut RSUD dr. H. Jusuf SK ini mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kesehatan gigi dan mulut.

Ia mengatakan, menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini penting dilakukan untuk mencegah berbagai gangguan, seperti gigi berlubang, bau mulut, karang gigi, gigi ompong hingga penyakit infeksi.

“Momen ini menjadi pengingat kepada kita, seluruh lapisan masyarakat, betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk mencegah gigi berlubang, bau mulut, karang gigi, gigi ompong, dan penyakit infeksi lainnya,” ujar drg. Montes.

Menurutnya, gangguan pada gigi dan mulut tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup seseorang.

drg. Montes menegaskan, masyarakat sebenarnya dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara yang sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar.

“Gimana sih tips menjaga kesehatan gigi dan mulut? Gampang dan tidak mahal, hanya butuh tingkat kesadaran tinggi dan disiplin, dengan cara sikat gigi minimal dua kali sehari dan rutin periksa ke dokter gigi enam bulan sekali guna mendeteksi kelainan sedini mungkin,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan rutin juga penting untuk mengetahui adanya gangguan gigi dan mulut sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Dengan melakukan pencegahan sejak dini, masyarakat justru dapat menghindari biaya perawatan yang lebih besar ketika masalah gigi sudah semakin berat.

“Dengan memiliki sikap demikian, dijamin akan memiliki kesehatan gigi dan mulut yang prima, sehingga tidak akan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Berbeda dengan yang tidak menjaga gigi dan mulut dengan baik, pastinya akan membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk menunjang perawatan yang dibutuhkan,” tegas drg. Montes.

Layanan Gigi RSUD dr. H. Jusuf SK

Bagi masyarakat Kalimantan Utara yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menyediakan layanan dengan dukungan tenaga medis dari berbagai bidang keahlian.

Mulai dari dokter gigi anak atau pedodontis yang menangani kesehatan dan tumbuh kembang gigi anak, dokter gigi spesialis jaringan penyangga gigi atau periodontis, hingga dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial yang menangani kasus yang membutuhkan tindakan operatif.

Layanan tersebut juga didukung dengan fasilitas pemeriksaan gigi yang memadai untuk membantu proses deteksi kelainan gigi dan mulut secara lebih akurat.

Melalui momentum Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional, RSUD dr. H. Jusuf SK mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai gigi terasa sakit baru melakukan pemeriksaan.

Kebiasaan menyikat gigi secara rutin dan melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara berkala menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dengan menjaga kesehatan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat memiliki gigi dan mulut yang sehat sekaligus mencegah munculnya masalah yang membutuhkan perawatan lebih kompleks di kemudian hari. (humas_rsud)

(more…)

Jelang Akreditasi 23 September 2026, Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Ingatkan Mutu Pelayanan

Jelang Akreditasi 23 September 2026, Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Ingatkan Mutu Pelayanan

TARAKAN — Jelang pelaksanaan akreditasi pada 23 September 2026, Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK, mengingatkan seluruh jajaran untuk memperkuat mutu pelayanan dan kepatuhan terhadap standar rumah sakit.

Pesan tersebut disampaikan dr. Budy saat memimpin apel pagi di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK, Senin (14/9/2026).

Dalam arahannya, dr. Budy menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian seluruh civitas hospitalia, terutama menjelang proses akreditasi.

Ia menegaskan, mutu rumah sakit tidak hanya dilihat dari dokumen atau predikat akreditasi, tetapi juga tercermin dari pelayanan yang diberikan kepada pasien.

“Rumah sakit bermutu atau tidak, bisa dilihat dari pelayanan yang kita lakukan,” ujar dr. Budy dalam arahannya.

Menurutnya, mekanisme akreditasi rumah sakit saat ini juga mengalami perubahan. Penentuan status akreditasi tidak lagi hanya bergantung pada lembaga independen penyelenggara survei, tetapi ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan hasil penilaian dan potret kondisi rumah sakit.

Hasil tersebut akan menentukan status akreditasi rumah sakit, apakah berada pada tingkat Madya, Utama, atau status lainnya sesuai hasil penilaian.

Karena itu, ia meminta seluruh unit memastikan pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) dan Indikator Keselamatan Pasien (IKP) dilakukan secara rutin setiap bulan.

“Indikator nasional mutu dan indikator keselamatan pasien harus dilaporkan setiap bulan. Ini merupakan tiang rumah sakit,” tegasnya.

Rekam Medis Elektronik Jadi Perhatian

Selain indikator mutu, dr. Budy menekankan pentingnya kepatuhan dalam pengisian Rekam Medis Elektronik (RME).

Ia meminta seluruh tenaga yang terlibat dalam pelayanan memastikan rekam medis diisi secara lengkap dan terintegrasi sesuai ketentuan.

“Rekam medis elektronik harus terintegrasi. Kepatuhan dalam mengisi rekam medis harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Google Review hingga Rumah Sakit Berbasis Kompetensi

Dalam arahannya, dr. Budy juga menyinggung Google Review sebagai salah satu gambaran pengalaman masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.

Menurutnya, setiap pelayanan yang diberikan akan membentuk persepsi masyarakat terhadap rumah sakit. Karena itu, seluruh jajaran diminta menjaga kualitas pelayanan dan memberikan pengalaman yang baik kepada pasien.

Ia juga menyampaikan pentingnya membangun rumah sakit berbasis kompetensi dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai.

Saat ini, terdapat lebih dari 1.400 orang yang menjadi bagian dari RSUD dr. H. Jusuf SK.

Jumlah tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung proses akreditasi sekaligus peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

“Lebih dari 1.400 orang ini harus menjadi kekuatan kita untuk mendukung proses akreditasi,” tuturnya.

Ingatkan Soal Bullying di Tempat Kerja

Hal lain yang menjadi perhatian dr. Budy adalah persoalan bullying atau perundungan di lingkungan kerja.

Ia meminta seluruh jajaran menjaga lingkungan kerja yang profesional, aman, dan saling menghargai.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap peserta didik atau mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan, praktik, maupun magang di lingkungan rumah sakit.

Menurutnya, rumah sakit sebagai lingkungan pendidikan harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang baik tanpa adanya tindakan perundungan.

“Jangan sampai terjadi bullying di tempat kerja, termasuk kepada adik-adik yang sedang magang atau menjalani pendidikan. Kita harus saling menghargai dan menciptakan lingkungan yang profesional,” pesannya. (humas_rsud)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Matangkan Persiapan Penilaian Ombudsman, Fokus Cegah Maladministrasi Pelayanan Publik

RSUD dr. H. Jusuf SK Matangkan Persiapan Penilaian Ombudsman, Fokus Cegah Maladministrasi Pelayanan Publik

TARAKAN — RSUD dr. H. Jusuf SK memperkuat kesiapan menghadapi penilaian maladministrasi penyelenggaraan pelayanan publik oleh Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Utara tahun 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pendampingan Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai 3 RSUD dr. H. Jusuf SK, Jumat (11/9/2026).

Rapat diikuti jajaran pejabat struktural serta Tim Pelayanan Publik RSUD dr. H. Jusuf SK. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh aspek pelayanan di rumah sakit siap menghadapi proses penilaian sekaligus memenuhi standar pelayanan publik yang ditetapkan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara mengenai pendampingan penilaian maladministrasi penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2026 oleh Biro Organisasi dan Tata Laksana Setda Kaltara.

Surat tersebut juga menindaklanjuti agenda dari Ombudsman RI Perwakilan Kaltara terkait jadwal penilaian pelayanan publik di sejumlah instansi pemerintah. RSUD dr. H. Jusuf SK menjadi salah satu lokus dalam penilaian tersebut.

Dalam rapat, pihak RSUD dr. H. Jusuf SK diwakili Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., PCTI. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kesiapan menghadapi wawancara, kelengkapan dokumen pendukung, hingga kesiapan sarana dan prasarana pelayanan.

Pendampingan ini dinilai penting karena sektor kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya diukur dari aspek medis, tetapi juga dari bagaimana masyarakat memperoleh informasi, mendapatkan pelayanan, menyampaikan pengaduan, hingga memperoleh kepastian prosedur dan standar pelayanan.

Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Gozali, S.E., M.H., mengatakan pelayanan publik, terutama sektor kesehatan, memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, merupakan sektor yang sangat penting bagi masyarakat Kalimantan Utara. Oleh karena itu, pendampingan ini kami harapkan dapat membantu seluruh instansi, termasuk RSUD dr. H. Jusuf SK, untuk semakin siap dan matang dalam menghadapi penilaian dari Ombudsman,” ujar Muhammad Gozali.

Menurutnya, pendampingan tidak semestinya dipandang hanya sebagai persiapan menghadapi proses penilaian. Lebih dari itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap tata kelola pelayanan.

Ia berharap seluruh instansi pelayanan publik di Kaltara dapat terus melakukan perbaikan sehingga berbagai potensi maladministrasi dapat dicegah sejak dini.

Muhammad Gozali juga menegaskan, hasil penilaian Ombudsman bukan sekadar angka atau pemenuhan kewajiban administratif. Penilaian tersebut diharapkan menjadi gambaran mengenai sejauh mana kualitas pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

“Ini bukan semata untuk memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi cerminan nyata kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Dengan demikian, perbaikan pelayanan publik diharapkan tidak berhenti pada kelengkapan dokumen atau kesiapan menghadapi penilaian. Pembenahan harus bermuara pada pelayanan yang lebih transparan, mudah diakses, akuntabel, responsif, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Bagi RSUD dr. H. Jusuf SK, rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola pelayanan sekaligus mencegah terjadinya maladministrasi dalam setiap proses pelayanan kepada masyarakat.

Melalui persiapan yang lebih matang, RSUD dr. H. Jusuf SK diharapkan mampu mengikuti penilaian Ombudsman dengan baik, sekaligus menjadikan proses tersebut sebagai momentum evaluasi untuk terus meningkatkan mutu dan akuntabilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Utara. (humas_rsud)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Perkuat Respons Kegawatdaruratan, 90 Nakes Ikuti Pelatihan EWSS dan Code Blue

RSUD dr. H. Jusuf SK Perkuat Respons Kegawatdaruratan, 90 Nakes Ikuti Pelatihan EWSS dan Code Blue

TARAKAN — Dalam penanganan pasien kritis, keterlambatan beberapa menit bahkan detik dapat menentukan keselamatan nyawa. Karena itu, RSUD dr. H. Jusuf SK memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan melalui Pelatihan Daring Early Warning Scoring System (EWSS) dan Code Blue, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 90 tenaga kesehatan mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri dari 20 dokter umum serta 70 perawat dan bidan yang bertugas di berbagai unit ruang perawatan.

Kegiatan dibuka Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., dengan menghadirkan dr. Melissa Nathania Theda, Sp.An. sebagai narasumber.

Dr. Budy mengatakan, pelatihan EWSS dan Code Blue menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan tenaga kesehatan mendeteksi sekaligus merespons kondisi pasien yang mengalami kegawatdaruratan.

“Hitungan menit dan detik sangat berharga dalam menangani pasien kritis. Sistem EWSS dan Code Blue adalah kunci agar kita tidak kehilangan golden time atau waktu emas dalam upaya penyelamatan nyawa pasien,” ujar dr. Budy.

Menurutnya, kondisi kritis tidak selalu muncul di ruang ICU atau IGD. Perburukan kondisi pasien juga dapat terjadi secara tiba-tiba di ruang perawatan biasa.
Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab tim yang bertugas di area pelayanan kritis. Seluruh tenaga kesehatan harus memiliki kemampuan mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dan mengambil tindakan awal secara cepat dan tepat.

“Kegawatdaruratan bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di ruang intensif. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan kita, termasuk yang bertugas di ruang perawatan biasa, harus selalu siap dan kompeten,” tegasnya.

EWSS merupakan sistem penilaian dini yang digunakan untuk mengenali perubahan kondisi pasien sebelum berkembang menjadi kegawatan yang lebih serius.

Melalui pemantauan dan penilaian kondisi pasien secara sistematis, tenaga kesehatan diharapkan dapat mendeteksi tanda-tanda perburukan lebih awal sehingga intervensi medis dapat dilakukan sesegera mungkin.

Sementara itu, Code Blue merupakan kode kegawatdaruratan yang diaktifkan ketika pasien mengalami henti jantung atau henti napas. Aktivasi Code Blue menjadi sinyal bagi tim medis untuk segera bergerak memberikan pertolongan melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Bantuan Hidup Lanjut (BHL) secara cepat serta terkoordinasi. Sistem tersebut diterapkan di seluruh area rumah sakit selama 24 jam, sehingga respons terhadap kondisi kegawatdaruratan tidak bergantung pada lokasi pasien dirawat.

Dijelaskan, pelatihan EWSS dan Code Blue juga menjadi bagian dari komitmen RSUD dr. H. Jusuf SK dalam memperkuat keselamatan pasien. Kegiatan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien serta Standar Akreditasi Rumah Sakit pada bab Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) 2.5 dan 2.6.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan, pelatihan ini menjadi sarana penyegaran kompetensi bagi tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di luar area pelayanan kritis atau intensif dan masa berlaku sertifikasinya telah berakhir.

Dr. Budy meminta peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan untuk memenuhi kewajiban kompetensi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di ruang perawatan masing-masing. Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali perburukan kondisi pasien sejak dini dan memberikan respons kegawatdaruratan secara cepat, tepat, serta terkoordinasi.

“Yang terpenting bukan hanya memahami materi, tetapi bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan secara disiplin di ruang perawatan masing-masing,” pesannya.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK menargetkan respons terhadap kegawatdaruratan pasien semakin cepat dan terukur. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Utara. (humas_rsud)

(more…)

Apel Pagi RSUD dr. H. Jusuf SK Diisi Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar

Apel Pagi RSUD dr. H. Jusuf SK Diisi Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar

TARAKAN — Apel pagi di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK diisi dengan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi seluruh civitas hospitalia. Kegiatan berlangsung di Lantai 6, Hall A RSUD dr. H. Jusuf SK, Senin (7/9/2026).

Sosialisasi BHD diberikan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Apel sekaligus sosialisasi tersebut dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., PCTI. Dalam kegiatan itu, dr. Ronald juga bertindak sebagai instruktur apel sekaligus narasumber sosialisasi BHD.

Bantuan Hidup Dasar merupakan serangkaian tindakan pertolongan pertama untuk membantu korban yang mengalami henti jantung dan/atau henti napas. Tindakan tersebut bertujuan mempertahankan aliran darah dan oksigen ke otak serta organ vital lainnya hingga bantuan medis lanjutan diberikan.

Materi BHD meliputi pengenalan tanda-tanda kegawatdaruratan, kompresi dada atau pijat jantung, bantuan napas, hingga penggunaan Automated External Defibrillator (AED) apabila tersedia.

Dr. Ronald mengatakan, kemampuan memberikan BHD secara cepat dan tepat sangat penting dalam meningkatkan peluang keselamatan korban.

“Setiap menit yang terlewat tanpa penanganan pada kondisi henti jantung dapat menurunkan secara signifikan kemungkinan korban untuk bertahan hidup,” ujar dr. Ronald.

Menurutnya, penguasaan BHD tidak hanya menjadi kompetensi bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Namun, kemampuan tersebut juga penting dimiliki seluruh pegawai rumah sakit, termasuk tenaga penunjang dan nonmedis. Hal ini mengingat kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja di lingkungan rumah sakit.

“Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan,” katanya.

Sosialisasi BHD tersebut juga menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Jusuf SK dalam membangun budaya keselamatan atau patient safety culture secara menyeluruh. Budaya keselamatan tidak hanya berorientasi pada keselamatan pasien, tetapi juga kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi darurat medis di lingkungan kerja. Pemahaman BHD yang merata di seluruh unit kerja diharapkan dapat memperkuat respons cepat rumah sakit terhadap situasi kegawatdaruratan.

Dr. Ronald berharap seluruh civitas hospitalia, baik tenaga medis, tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang, dapat memahami dan menguasai langkah-langkah BHD dengan baik dan benar.

“Dengan kompetensi ini, diharapkan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan dapat diberikan secara cepat dan tepat, baik di lingkungan rumah sakit maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (hms_rsud)

(more…)

BTKV ke- 6 di RSUD dr. H. Jusuf SK, Tiga Pasien Jalani Operasi Jantung

BTKV Ke-6 di RSUD dr. H. Jusuf SK, Tiga Pasien Jalani Operasi Jantung

TARAKAN — RSUD dr. H. Jusuf SK kembali menggelar Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) untuk keenam kalinya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 4-6 September 2026, tersebut melibatkan tim ahli dari sejumlah rumah sakit rujukan nasional.

Pada BTKV ke-6 ini, sebanyak tiga pasien menjalani operasi jantung. Mereka terdiri dari satu pasien dewasa dan dua pasien pediatrik atau anak. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program supervisi dan pengampuan layanan kardiovaskular (proctoring).

Program ini bertujuan mendukung peningkatan kompetensi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat layanan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di RSUD dr. H. Jusuf SK.

Dalam pelaksanaannya, Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia (HBTKVI) menugaskan Prof. Dr. med. dr. Paul L. Tahalele, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS, selaku Penasehat HBTKVI.

Prof Paul bertugas melakukan supervisi dan pengampuan terhadap tiga tindakan operasi jantung tersebut. Kegiatan ini juga melibatkan dr. Ivan Joalsen Mangara Tua, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), yang merupakan Ketua Komisi Bedah Jantung Dewasa & Transplantasi sekaligus Ketua Koordinator Wilayah Kalimantan HBTKVI. Ia ditugaskan dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk memberikan pelayanan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di RSUD dr. H. Jusuf SK.

Selain itu, tim dari RSUP dr. Kariadi Semarang turut memberikan dukungan. Tim tersebut terdiri dari dr. M. Ali Shodiq, Sp.B, Sp.BTKV, Subsp.VE(K); dr. Hari Hendriarto Satoto, Sp.An-TI, Subsp.An.KV.(K); dan dr. Aria Dian Primatika, Sp.An-TI, Subsp.T.I(K). Mereka juga didampingi enam perawat dari Instalasi Intensif dan Instalasi Bedah Sentral RSUP dr. Kariadi.

Pada hari pertama, Jumat (4/9/2026), tim gabungan melakukan operasi terhadap dua pasien pediatrik. Operasi kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Sabtu (5/9/2026), dengan menangani satu pasien dewasa. Seluruh rangkaian operasi berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., PCTI, selaku penanggung jawab kegiatan BTKV ke-6, mengatakan operasi jantung bukan lagi hal baru bagi RSUD dr. H. Jusuf SK.

Menurutnya, kegiatan BTKV telah rutin dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir melalui kerja sama dengan HBTKVI dan sejumlah rumah sakit rujukan nasional.

“Operasi BTKV ini bukan yang pertama kali kami laksanakan. Seluruh rangkaian operasi pada kegiatan BTKV ke-6 ini berjalan lancar tanpa ada kendala, berkat kerja sama yang baik antara tim RSUD dr. H. Jusuf SK dengan HBTKVI dan tim dari RSUP dr. Kariadi Semarang,” ujar dr. Ronald.

Ia menambahkan, seluruh tindakan operasi jantung dalam kegiatan BTKV ke-6 tersebut ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Dengan demikian, pasien dan keluarga tidak dibebani biaya tambahan dalam proses penanganan kondisi jantung yang dialami.

Melalui pelaksanaan BTKV secara berkelanjutan, RSUD dr. H. Jusuf SK berharap masyarakat Kalimantan Utara, khususnya pasien dengan kelainan jantung, dapat memperoleh akses layanan bedah jantung berkualitas tanpa harus menjalani rujukan ke luar daerah.

Kegiatan tersebut juga diharapkan semakin meningkatkan kompetensi tim medis RSUD dr. H. Jusuf SK dalam menangani berbagai kasus bedah toraks, kardiak, dan vaskular. Selain itu, keberlanjutan program BTKV diharapkan semakin memperkuat peran RSUD dr. H. Jusuf SK sebagai rumah sakit rujukan layanan jantung di Provinsi Kalimantan Utara. (hms_rsud)

(more…)

RSUD dr. h. Jusuf SK Fasilitasi Sosialisasi Kredit Bankaltimtara untuk ASN

RSUD dr. H. Jusuf SK Fasilitasi Sosialisasi Kredit Bankaltimtara untuk ASN

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan memfasilitasi sosialisasi produk kredit konsumer Bankaltimtara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kemitraan antara kedua pihak.

Sosialisasi digelar di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK, Rabu (2/9/2026), dan disampaikan langsung oleh staf Bankaltimtara Kantor Cabang Tarakan. Sejumlah produk pembiayaan diperkenalkan kepada peserta, mulai dari Personal Loan Sejahtera, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga Cicil Emas.

Personal Loan Sejahtera atau Kredit Pegawai Daerah merupakan fasilitas kredit konsumsi bagi perorangan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi. Produk ini menggunakan mekanisme perhitungan bunga secara anuitas dengan persyaratan yang disesuaikan bagi ASN yang telah memiliki kerja sama atau nota kesepahaman dengan pihak bank.

Selain itu, peserta mendapat penjelasan mengenai KPR atau Kredit Rumah Sejahtera. Fasilitas ini ditujukan untuk kepemilikan rumah tinggal, baik rumah tapak, rumah susun maupun ruko. KPR tersebut memiliki pilihan jangka waktu kredit hingga 15 tahun, suku bunga kompetitif, serta dilengkapi perlindungan asuransi.

Sementara Cicil Emas merupakan fasilitas pembiayaan bagi nasabah yang ingin memiliki emas dengan sistem cicilan. Produk ini menjadi salah satu alternatif yang diperkenalkan kepada ASN untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.

Kegiatan tersebut juga menjadi forum tanya jawab antara ASN RSUD dr. H. Jusuf SK dengan pihak Bankaltimtara. Peserta dapat memperoleh informasi lebih detail mengenai layanan perbankan, khususnya produk pembiayaan.

RSUD dr. H. Jusuf SK menyambut positif kegiatan tersebut. Sosialisasi dinilai tidak hanya memperkuat hubungan kemitraan dengan Bankaltimtara, tetapi juga memberikan tambahan wawasan bagi ASN dalam mengelola keuangan secara lebih terencana. (hms_rsud)

(more…)

Jelang Pensiun, ASN RSUD dr. H. Jusuf SK Dapat Pembekalan

Jelang Pensiun, ASN RSUD dr. H. Jusuf SK Dapat Pembekalan

TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan bersama Bank Mandiri Taspen menggelar sosialisasi persiapan pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki batas usia pensiun (BUP).

Kegiatan bertajuk Sosialisasi Persiapan Pensiun dan Pengenalan Produk serta Layanan Bank Mandiri Taspen tersebut digelar di Ruang Komite Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, Rabu (26/8/2026).

Sosialisasi diikuti ASN di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK yang akan memasuki masa pensiun pada 2026, 2027, hingga 2028. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tarakan ke RSUD dr. H. Jusuf SK sebelumnya.

Melalui kegiatan tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK dan Bank Mandiri Taspen memperkuat sinergi dalam memberikan informasi mengenai manfaat jaminan sosial ASN, layanan perbankan, serta produk keuangan yang dapat menunjang kesejahteraan ASN saat memasuki masa purna tugas.

Dalam sosialisasi, peserta mendapat penjelasan mengenai sejumlah produk dan layanan Bank Mandiri Taspen yang diperuntukkan bagi calon pensiunan maupun pensiunan ASN. Salah satunya tabungan khusus pensiunan yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan dana pensiun bulanan. Layanan tersebut juga didukung fasilitas digital yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi.

Peserta juga diperkenalkan dengan Kredit Mantap Pensiun (KMP) dan Kredit Mantap Pensiun Ekstra (KMPE). Keduanya merupakan fasilitas kredit konsumtif bagi pensiunan dengan angsuran tetap yang bersumber dari manfaat pensiun bulanan.

Ada pula Kredit Tabungan Hari Tua (THT) Diskonto yang dapat diajukan ASN aktif maksimal tiga tahun sebelum memasuki BUP. Besaran kredit disebut maksimal 50 persen dari hak THT peserta. Selain layanan perbankan, Bank Mandiri Taspen turut mengenalkan program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan.

Program tersebut diarahkan untuk membantu calon pensiunan mempersiapkan kegiatan produktif setelah tidak lagi aktif sebagai ASN. RSUD dr. H. Jusuf SK berharap sosialisasi ini dapat membantu ASN mempersiapkan masa pensiun sejak dini.

Dengan memahami hak dan manfaat yang akan diterima serta menyiapkan kondisi finansial dan mental, proses transisi menuju masa purna tugas diharapkan dapat berlangsung lebih terencana. ASN juga diharapkan tetap dapat menjalani masa pensiun secara tenang, mandiri, dan produktif. (hms_rsud)

(more…)

RSUD dr. H. Jusuf SK Paparkan Tata Kelola Rumah Sakit di Hadapan Pemeriksa BPK RI

RSUD dr. H. Jusuf SK Paparkan Tata Kelola Rumah Sakit di Hadapan Pemeriksa BPK RI

TARAKAN — Pihak RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan menunjukkan keterbukaan dalam proses pemeriksaan kinerja yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Selama dua hari, sejak Selasa (1/9/2026) dan Rabu (2/9/2026) hari ini, manajemen rumah sakit memaparkan tata kelola dan berbagai aspek pengelolaan layanan kesehatan kepada Tim Pemeriksa BPK RI.

Pemaparan tersebut merupakan bagian dari Pemeriksaan Kinerja Pendahuluan atas Upaya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam Mewujudkan Tata Kelola Rumah Sakit yang Efektif untuk Mendukung Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Tahun 2024 sampai dengan Semester I Tahun 2026.

Pemeriksaan kinerja ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 31 Agustus hingga 1 Oktober 2026.
Pemeriksaan mencakup RSUD dr. H. Jusuf SK, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, serta sejumlah instansi terkait di Tarakan dan Tanjung Selor.

Rangkaian pemeriksaan diawali dengan entry meeting pada Senin (31/8/2026) lalu, di RSUD dr. H. Jusuf SK. Selanjutnya, tim pemeriksa melakukan pendalaman terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan tata kelola rumah sakit dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Dalam sesi pemaparan yang berlangsung selama dua hari, manajemen rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kaltara itu, menyampaikan gambaran pengelolaan rumah sakit secara menyeluruh. Materi yang dipaparkan tidak hanya menyangkut aspek pelayanan medis, tetapi juga keuangan, sumber daya manusia, sistem informasi, sarana prasarana, hingga pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai.

Pada aspek tata kelola keuangan, rumah sakit memaparkan proses penyusunan target pendapatan, rencana belanja dan pembiayaan, pengelolaan perbendaharaan, hingga mekanisme perhitungan unit cost dan tarif pelayanan.

Sementara pada tata kelola pelayanan medik, pembahasan mencakup peran Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB), pencapaian Indikator Nasional Mutu (INM), pengelolaan kasus dengan hari rawat panjang maupun biaya tinggi, penerapan Panduan Praktik Klinis (PPK) dan Clinical Pathway, serta mekanisme penanganan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Aspek sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian dari pemaparan. Manajemen menjelaskan perhitungan kebutuhan tenaga, analisis beban kerja, formasi SDM, hingga penerapan sistem remunerasi berbasis kinerja.

Selain itu, Tim Pemeriksa BPK RI mendapatkan penjelasan mengenai manajemen kerja sama dan kemitraan, mulai dari bentuk kerja sama yang dijalankan rumah sakit, dasar penetapan mitra, skema pembagian pendapatan, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan kerja sama.

Dalam pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), RSUD dr. H. Jusuf SK memaparkan tingkat integrasi sistem informasi dalam alur pelayanan, pemanfaatan data untuk mendukung percepatan proses klaim JKN, serta kesiapan bridging SIMRS dengan platform SatuSehat Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, pada aspek sarana dan prasarana, pembahasan meliputi perencanaan kebutuhan, kondisi aset rumah sakit, realisasi belanja modal dan pemeliharaan, serta strategi rumah sakit dalam mendukung penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Pengelolaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) turut dipaparkan, termasuk proses pengadaan sesuai Formularium Nasional, perencanaan kebutuhan, penerimaan barang, serta strategi menjaga ketersediaan obat dan BMHP untuk menunjang pelayanan kepada pasien.
Pemeriksaan kinerja tersebut dipimpin Ketua Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Kaltara, Subchan Mufarriz, bersama anggota tim pemeriksa lainnya.

Rampungnya sesi pemaparan bukan menjadi akhir dari rangkaian pemeriksaan. Proses pemeriksaan masih akan berlanjut hingga 1 Oktober 2026 mendatang melalui tahapan pendalaman dan pemeriksaan terhadap berbagai aspek yang menjadi objek pemeriksaan.

Pihak RSUD dr. H. Jusuf SK menyatakan komitmennya untuk terus bersikap terbuka dan kooperatif dalam mendukung seluruh tahapan pemeriksaan.

Bagi rumah sakit, proses pemeriksaan kinerja tidak hanya menjadi bagian dari mekanisme pengawasan, tetapi juga momentum untuk melihat kembali berbagai proses pengelolaan dan pelayanan yang telah berjalan.

Melalui evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, RSUD dr. H. Jusuf SK berkomitmen memperkuat tata kelola yang efektif, transparan dan akuntabel, sehingga pengelolaan rumah sakit dapat terus berkembang dan pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama: memberikan pelayanan kesehatan yang semakin optimal bagi masyarakat. (hms_rsud)

(more…)