Apel Pagi RSUD dr. H. Jusuf SK Diisi Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar

TARAKAN — Apel pagi di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK diisi dengan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi seluruh civitas hospitalia. Kegiatan berlangsung di Lantai 6, Hall A RSUD dr. H. Jusuf SK, Senin (7/9/2026).

Sosialisasi BHD diberikan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Apel sekaligus sosialisasi tersebut dipimpin Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., PCTI. Dalam kegiatan itu, dr. Ronald juga bertindak sebagai instruktur apel sekaligus narasumber sosialisasi BHD.

Bantuan Hidup Dasar merupakan serangkaian tindakan pertolongan pertama untuk membantu korban yang mengalami henti jantung dan/atau henti napas. Tindakan tersebut bertujuan mempertahankan aliran darah dan oksigen ke otak serta organ vital lainnya hingga bantuan medis lanjutan diberikan.

Materi BHD meliputi pengenalan tanda-tanda kegawatdaruratan, kompresi dada atau pijat jantung, bantuan napas, hingga penggunaan Automated External Defibrillator (AED) apabila tersedia.

Dr. Ronald mengatakan, kemampuan memberikan BHD secara cepat dan tepat sangat penting dalam meningkatkan peluang keselamatan korban.

“Setiap menit yang terlewat tanpa penanganan pada kondisi henti jantung dapat menurunkan secara signifikan kemungkinan korban untuk bertahan hidup,” ujar dr. Ronald.

Menurutnya, penguasaan BHD tidak hanya menjadi kompetensi bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Namun, kemampuan tersebut juga penting dimiliki seluruh pegawai rumah sakit, termasuk tenaga penunjang dan nonmedis. Hal ini mengingat kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja di lingkungan rumah sakit.

“Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan,” katanya.

Sosialisasi BHD tersebut juga menjadi bagian dari upaya RSUD dr. H. Jusuf SK dalam membangun budaya keselamatan atau patient safety culture secara menyeluruh. Budaya keselamatan tidak hanya berorientasi pada keselamatan pasien, tetapi juga kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi kondisi darurat medis di lingkungan kerja. Pemahaman BHD yang merata di seluruh unit kerja diharapkan dapat memperkuat respons cepat rumah sakit terhadap situasi kegawatdaruratan.

Dr. Ronald berharap seluruh civitas hospitalia, baik tenaga medis, tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang, dapat memahami dan menguasai langkah-langkah BHD dengan baik dan benar.

“Dengan kompetensi ini, diharapkan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan dapat diberikan secara cepat dan tepat, baik di lingkungan rumah sakit maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (hms_rsud)

“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”