RSUD dr. H. Jusuf SK Perkuat Respons Kegawatdaruratan, 90 Nakes Ikuti Pelatihan EWSS dan Code Blue
TARAKAN — Dalam penanganan pasien kritis, keterlambatan beberapa menit bahkan detik dapat menentukan keselamatan nyawa. Karena itu, RSUD dr. H. Jusuf SK memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan melalui Pelatihan Daring Early Warning Scoring System (EWSS) dan Code Blue, Senin (7/9/2026).
Sebanyak 90 tenaga kesehatan mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri dari 20 dokter umum serta 70 perawat dan bidan yang bertugas di berbagai unit ruang perawatan.
Kegiatan dibuka Plt. Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B, Sp.PK., M.H., dengan menghadirkan dr. Melissa Nathania Theda, Sp.An. sebagai narasumber.
Dr. Budy mengatakan, pelatihan EWSS dan Code Blue menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan tenaga kesehatan mendeteksi sekaligus merespons kondisi pasien yang mengalami kegawatdaruratan.
“Hitungan menit dan detik sangat berharga dalam menangani pasien kritis. Sistem EWSS dan Code Blue adalah kunci agar kita tidak kehilangan golden time atau waktu emas dalam upaya penyelamatan nyawa pasien,” ujar dr. Budy.
Menurutnya, kondisi kritis tidak selalu muncul di ruang ICU atau IGD. Perburukan kondisi pasien juga dapat terjadi secara tiba-tiba di ruang perawatan biasa.
Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab tim yang bertugas di area pelayanan kritis. Seluruh tenaga kesehatan harus memiliki kemampuan mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dan mengambil tindakan awal secara cepat dan tepat.
“Kegawatdaruratan bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di ruang intensif. Karena itu, seluruh tenaga kesehatan kita, termasuk yang bertugas di ruang perawatan biasa, harus selalu siap dan kompeten,” tegasnya.
EWSS merupakan sistem penilaian dini yang digunakan untuk mengenali perubahan kondisi pasien sebelum berkembang menjadi kegawatan yang lebih serius.
Melalui pemantauan dan penilaian kondisi pasien secara sistematis, tenaga kesehatan diharapkan dapat mendeteksi tanda-tanda perburukan lebih awal sehingga intervensi medis dapat dilakukan sesegera mungkin.
Sementara itu, Code Blue merupakan kode kegawatdaruratan yang diaktifkan ketika pasien mengalami henti jantung atau henti napas. Aktivasi Code Blue menjadi sinyal bagi tim medis untuk segera bergerak memberikan pertolongan melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Bantuan Hidup Lanjut (BHL) secara cepat serta terkoordinasi. Sistem tersebut diterapkan di seluruh area rumah sakit selama 24 jam, sehingga respons terhadap kondisi kegawatdaruratan tidak bergantung pada lokasi pasien dirawat.
Dijelaskan, pelatihan EWSS dan Code Blue juga menjadi bagian dari komitmen RSUD dr. H. Jusuf SK dalam memperkuat keselamatan pasien. Kegiatan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien serta Standar Akreditasi Rumah Sakit pada bab Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) 2.5 dan 2.6.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan, pelatihan ini menjadi sarana penyegaran kompetensi bagi tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di luar area pelayanan kritis atau intensif dan masa berlaku sertifikasinya telah berakhir.
Dr. Budy meminta peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan untuk memenuhi kewajiban kompetensi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di ruang perawatan masing-masing. Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali perburukan kondisi pasien sejak dini dan memberikan respons kegawatdaruratan secara cepat, tepat, serta terkoordinasi.
“Yang terpenting bukan hanya memahami materi, tetapi bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan secara disiplin di ruang perawatan masing-masing,” pesannya.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK menargetkan respons terhadap kegawatdaruratan pasien semakin cepat dan terukur. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Utara. (humas_rsud)
“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”




