Jelang Akreditasi 23 September 2026, Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Ingatkan Mutu Pelayanan

TARAKAN — Jelang pelaksanaan akreditasi pada 23 September 2026, Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis B., Sp.PK, mengingatkan seluruh jajaran untuk memperkuat mutu pelayanan dan kepatuhan terhadap standar rumah sakit.

Pesan tersebut disampaikan dr. Budy saat memimpin apel pagi di lingkungan RSUD dr. H. Jusuf SK, Senin (14/9/2026).

Dalam arahannya, dr. Budy menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian seluruh civitas hospitalia, terutama menjelang proses akreditasi.

Ia menegaskan, mutu rumah sakit tidak hanya dilihat dari dokumen atau predikat akreditasi, tetapi juga tercermin dari pelayanan yang diberikan kepada pasien.

“Rumah sakit bermutu atau tidak, bisa dilihat dari pelayanan yang kita lakukan,” ujar dr. Budy dalam arahannya.

Menurutnya, mekanisme akreditasi rumah sakit saat ini juga mengalami perubahan. Penentuan status akreditasi tidak lagi hanya bergantung pada lembaga independen penyelenggara survei, tetapi ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan hasil penilaian dan potret kondisi rumah sakit.

Hasil tersebut akan menentukan status akreditasi rumah sakit, apakah berada pada tingkat Madya, Utama, atau status lainnya sesuai hasil penilaian.

Karena itu, ia meminta seluruh unit memastikan pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) dan Indikator Keselamatan Pasien (IKP) dilakukan secara rutin setiap bulan.

“Indikator nasional mutu dan indikator keselamatan pasien harus dilaporkan setiap bulan. Ini merupakan tiang rumah sakit,” tegasnya.

Rekam Medis Elektronik Jadi Perhatian

Selain indikator mutu, dr. Budy menekankan pentingnya kepatuhan dalam pengisian Rekam Medis Elektronik (RME).

Ia meminta seluruh tenaga yang terlibat dalam pelayanan memastikan rekam medis diisi secara lengkap dan terintegrasi sesuai ketentuan.

“Rekam medis elektronik harus terintegrasi. Kepatuhan dalam mengisi rekam medis harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Google Review hingga Rumah Sakit Berbasis Kompetensi

Dalam arahannya, dr. Budy juga menyinggung Google Review sebagai salah satu gambaran pengalaman masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.

Menurutnya, setiap pelayanan yang diberikan akan membentuk persepsi masyarakat terhadap rumah sakit. Karena itu, seluruh jajaran diminta menjaga kualitas pelayanan dan memberikan pengalaman yang baik kepada pasien.

Ia juga menyampaikan pentingnya membangun rumah sakit berbasis kompetensi dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai.

Saat ini, terdapat lebih dari 1.400 orang yang menjadi bagian dari RSUD dr. H. Jusuf SK.

Jumlah tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung proses akreditasi sekaligus peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

“Lebih dari 1.400 orang ini harus menjadi kekuatan kita untuk mendukung proses akreditasi,” tuturnya.

Ingatkan Soal Bullying di Tempat Kerja

Hal lain yang menjadi perhatian dr. Budy adalah persoalan bullying atau perundungan di lingkungan kerja.

Ia meminta seluruh jajaran menjaga lingkungan kerja yang profesional, aman, dan saling menghargai.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap peserta didik atau mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan, praktik, maupun magang di lingkungan rumah sakit.

Menurutnya, rumah sakit sebagai lingkungan pendidikan harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang baik tanpa adanya tindakan perundungan.

“Jangan sampai terjadi bullying di tempat kerja, termasuk kepada adik-adik yang sedang magang atau menjalani pendidikan. Kita harus saling menghargai dan menciptakan lingkungan yang profesional,” pesannya. (humas_rsud)

“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”