Jelang Akreditasi, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran

TARAKAN — Menjelang pelaksanaan survei akreditasi pada akhir September 2026, RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya potensi kebakaran di lingkungan rumah sakit.

Upaya tersebut dilakukan melalui apel pagi yang digelar secara khusus di Lantai 6, Hall A RSUD dr. H. Jusuf SK, Kampung Satu/Skip, Tarakan, Senin (31/8/2026).

Berbeda dari apel rutin yang biasanya digelar di lapangan, kegiatan kali ini diisi dengan sosialisasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Apel dipimpin Wakil Direktur Umum RSUD dr. H. Jusuf SK, Yusran, ST., MT.

Sosialisasi APAR menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan seluruh civitas hospitalia dalam menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini sekaligus mendukung persiapan rumah sakit menghadapi survei akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September mendatang.

Aspek keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, termasuk kebakaran, merupakan bagian yang diperhatikan dalam standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK).

Dalam sosialisasi tersebut, petugas K3RS memberikan pemahaman praktis mengenai penggunaan APAR secara tepat dan aman. Para peserta diperkenalkan dengan metode PASS, yakni empat langkah sederhana dalam penggunaan APAR saat menghadapi kebakaran pada tahap awal.

Langkah pertama adalah Pull (Tarik), yakni menarik pin atau segel pengaman pada tuas APAR untuk membuka kunci sebelum alat digunakan. Setelah pin tercabut, lakukan uji fungsi APAR terlebih dahulu dengan menekan tuas sebentar untuk memastikan alat benar-benar dapat berfungsi dan mengeluarkan bahan pemadam dengan baik sebelum diarahkan ke titik api. Uji fungsi ini penting dilakukan agar pengguna tidak salah sasaran atau kehilangan waktu berharga apabila ternyata APAR tidak berfungsi optimal saat kondisi darurat sesungguhnya.

Berikutnya Aim (Arahkan), yaitu mengarahkan nozzle atau corong APAR ke dasar api, bukan ke bagian atas kobaran. Langkah ini bertujuan agar bahan pemadam dapat diarahkan langsung ke sumber api.

Kemudian Squeeze (Tekan), dengan menekan tuas APAR secara perlahan dan mantap untuk mengeluarkan bahan pemadam.

Terakhir Sweep (Sapukan), yakni menyapukan nozzle dari sisi ke sisi secara merata hingga api berhasil dikendalikan.

Petugas K3RS juga mengingatkan bahwa penggunaan APAR harus tetap mengutamakan keselamatan. Petugas maupun warga rumah sakit perlu menjaga jarak aman, memperhatikan arah angin, serta tidak memaksakan diri menghadapi api yang sudah membesar.

Jika api tidak kunjung padam atau justru semakin membesar, pengguna APAR diimbau segera menjauh dari lokasi dan meminta bantuan kepada petugas yang berwenang.

Melalui kegiatan tersebut, RSUD dr. H. Jusuf SK memastikan pemahaman mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas K3RS.

Seluruh civitas hospitalia, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga penunjang hingga pegawai administrasi, diharapkan memiliki pengetahuan dasar mengenai penggunaan APAR serta langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

Kesiapsiagaan tersebut penting mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik dengan aktivitas yang berlangsung sepanjang waktu. Setiap hari, lingkungan rumah sakit dipenuhi pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta pekerja lainnya.

Dengan pemahaman yang baik, setiap orang di lingkungan rumah sakit diharapkan mampu mengambil tindakan awal secara tepat sesuai kondisi, sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari petugas.

Dengan memadukan edukasi keselamatan dan kegiatan kebersamaan, apel pagi kali ini menjadi momentum bagi RSUD dr. H. Jusuf SK untuk terus membangun budaya kerja yang sigap, aman, kompak, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat (hms_rsud/yeisi)

“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”