Tiga Pasien Jalani Operasi Bypass Jantung dengan Lancar, RSUD dr H Jusuf SK Tarakan Perkuat Layanan Jantung di Kalimantan Utara
TARAKAN – Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan jantung yang berkualitas dan semakin dekat dengan masyarakat terus diperkuat RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Melalui penyelenggaraan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) ke-7 pada 16–17 Oktober 2026, rumah sakit rujukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ini berhasil melaksanakan operasi bypass jantung terhadap tiga pasien.
Ketiga pasien menjalani tindakan Coronary Artery Bypass Grafting (CABG), yakni prosedur bedah untuk membuat jalur baru aliran darah menuju otot jantung pada pasien dengan penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner.
Seluruh rangkaian operasi dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Capaian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan RSUD dr. H. Jusuf SK dalam memperkuat kapasitas pelayanan bedah jantung, sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap tindakan medis spesialistik di daerah sendiri.
Pelaksanaan BTKV ke-7 tidak hanya berfokus pada tindakan operasi, tetapi juga menjadi bagian dari program supervisi dan pengampuan atau proctoring layanan kardiovaskular.
Melalui program ini, tenaga medis RSUD dr. H. Jusuf SK memperoleh pendampingan langsung dari para dokter spesialis berpengalaman. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun kesiapan tim dalam menangani kasus bedah toraks, kardiak, dan vaskular secara berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan Prof. Dr. med. dr. Paul L. Tahalele, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS, selaku penasihat Himpunan Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia (HBTKVI), yang menjalankan peran supervisi dan pengampuan.
Turut terlibat dr. Ivan Joalsen Mangara Tua, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), Ketua Komisi Bedah Jantung Dewasa dan Transplantasi sekaligus Koordinator Wilayah Kalimantan HBTKVI.
Dukungan juga diberikan oleh tim dari RSUP dr. Kariadi Semarang, yang terdiri atas dr. M. Ali Shodiq, Sp.B, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), sebagai dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular konsultan; Dr. dr. Widya Istanto Nurcahyo, Sp.An-TI, Subsp.An.KV(K), An.R(K), sebagai dokter spesialis anestesi konsultan kardiovaskular; serta Dr. dr. Danu Soesilowati, Sp.An-TI, Subsp.T.I(K), sebagai dokter spesialis anestesi konsultan terapi intensif.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan pentingnya kerja tim lintas keahlian dalam penyelenggaraan operasi jantung, mulai dari persiapan pasien, pelaksanaan tindakan bedah, pengelolaan anestesi, hingga pemantauan kondisi pasien setelah operasi.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Ronald Jan Palenteng, Sp.An., PCTI, menyampaikan bahwa pelaksanaan tiga operasi CABG pada BTKV ke-7 berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Menurutnya, kelancaran tindakan tersebut tidak terlepas dari kesiapan dan koordinasi seluruh tim yang terlibat, baik dari RSUD dr. H. Jusuf SK maupun tim mitra.
“Ketiga pasien CABG pada BTKV ke-7 ini sudah menjalani operasi dan seluruh rangkaian tindakan berjalan lancar. Kegiatan ini bukan yang pertama bagi kami. Setiap pelaksanaan menjadi kesempatan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat kesiapan tim dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” ujar dr. Ronald.
Ia menegaskan, keberhasilan pelayanan bedah jantung membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai unsur, tidak hanya dokter bedah, tetapi juga dokter anestesi, perawat bedah, perawat anestesi, tenaga perfusionis yang mengoperasikan mesin jantung-paru, serta tim perawatan intensif.
“Kerja sama yang solid antara tim ruang operasi, anestesi, perfusi, dan perawatan intensif sangat menentukan keberhasilan tindakan. Seluruh tahapan harus dipersiapkan dengan baik agar pasien mendapatkan penanganan yang optimal,” tambahnya.
Dalam kegiatan ini, tim perawat juga mengambil peran penting. Muhammad Ali Zabidi, AMK, dan M. Afif Sarifudin bertugas sebagai perawat bedah; Bangun Hari Pradono, S.Kep., Ners, sebagai perawat anestesi; Nanad Triyunadi Putra, S.Kep., Ners, dan Anis Heru Santiko, S.Kep., Ners, sebagai perawat perfusionis; serta Subiyanto, AMK, sebagai perawat ICCU.
Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan, termasuk pemantauan pasien setelah menjalani operasi.
Tersedianya layanan operasi jantung di Kalimantan Utara memberikan peluang bagi pasien yang memenuhi indikasi medis untuk memperoleh tindakan bedah tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Bagi pasien dan keluarga, akses layanan di daerah sendiri dapat membantu mengurangi beban perjalanan, kebutuhan akomodasi, serta tantangan pendampingan selama proses pengobatan. Meski demikian, keputusan tindakan dan kebutuhan rujukan tetap ditentukan berdasarkan kondisi klinis serta pertimbangan tim medis.
Pada pelaksanaan BTKV ke-7 ini, seluruh tindakan operasi bagi ketiga pasien ditanggung BPJS Kesehatan sesuai informasi rumah sakit. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung akses pelayanan bagi pasien yang memenuhi ketentuan jaminan kesehatan.
Penguatan layanan bedah jantung juga tidak berhenti pada terselenggaranya operasi. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, kesiapan fasilitas, koordinasi antarprofesi, serta pemantauan pascaoperasi merupakan bagian yang perlu terus dijaga agar pelayanan dapat berkembang secara konsisten.
Penyelenggaraan BTKV ke-7 menjadi bagian dari langkah RSUD dr. H. Jusuf SK untuk memperkuat layanan kardiovaskular di Kalimantan Utara.
Melalui program pengampuan yang berkelanjutan, rumah sakit berharap kapasitas tenaga medis semakin berkembang dan penanganan kasus bedah jantung dapat dilakukan dengan kesiapan yang semakin baik sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien.
Bagi masyarakat, penguatan layanan ini diharapkan membuka akses yang lebih dekat terhadap penanganan penyakit jantung koroner yang memerlukan tindakan bedah. Sementara bagi rumah sakit, setiap pelaksanaan BTKV menjadi kesempatan untuk mengevaluasi proses pelayanan, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan mutu layanan secara berkesinambungan.
RSUD dr. H. Jusuf SK berkomitmen untuk terus mengembangkan pelayanan kesehatan rujukan yang profesional, terjangkau, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sehingga masyarakat Kalimantan Utara memiliki akses yang semakin baik terhadap layanan kesehatan jantung di daerah sendiri. (humas_rsud)
“Pantau terus webiste RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.”




